Pematangsiantar (Sumut) – Persaingan menuju kursi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pematangsiantar periode 2026–2029 mulai menunjukkan dinamika. Menjelang pelaksanaan Konferensi Kota (Konferkot) yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Agustus 2026, tahapan pendaftaran calon ketua resmi dibuka dan langsung mendapat respons dari kalangan anggota.
Jurnalis senior Agus M. Siahaan menjadi salah satu kandidat yang lebih dulu menyatakan keseriusannya untuk memimpin organisasi profesi wartawan tersebut. Pada Jumat (07/08/2026), ia mendatangi Sekretariat PWI Kota Pematangsiantar guna menyerahkan dokumen pencalonan sekaligus mengikuti proses administrasi yang telah ditetapkan panitia.
Kehadiran Agus menandai dimulainya persaingan dalam bursa pemilihan Ketua PWI. Ia berharap proses konferensi dapat berlangsung sesuai aturan organisasi serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa perubahan positif bagi insan pers di Kota Pematangsiantar.
Menurut Agus, penyelenggaraan konferensi merupakan agenda penting yang menjadi momentum evaluasi sekaligus penentuan arah organisasi untuk tiga tahun mendatang. Karena itu, ia mengapresiasi kesiapan panitia yang dinilai telah bekerja sesuai mekanisme yang ditetapkan PWI.
Dalam proses pendaftaran, Agus mengaku sempat melakukan penyesuaian terhadap beberapa dokumen setelah mempelajari petunjuk teknis dari PWI Sumatera Utara. Meski demikian, ia memastikan seluruh persyaratan pokok telah dipenuhi dan hanya menyisakan penyempurnaan administrasi yang akan dilengkapi sebelum penutupan pendaftaran.
“Sebagian besar dokumen sudah saya siapkan. Ada beberapa penyesuaian format berdasarkan ketentuan dari PWI Sumut dan akan saya lengkapi dalam waktu dekat,” ujarnya, Jumat (07/08/2026)
Panitia membuka pendaftaran bakal calon ketua mulai 7 hingga 10 Agustus 2026. Seluruh berkas yang masuk selanjutnya akan diverifikasi sebelum ditetapkan sebagai calon yang memenuhi syarat untuk mengikuti pemilihan.
Siapkan Program yang Menyentuh Anggota
Tak hanya menyampaikan kesiapan maju sebagai calon ketua, Agus juga memaparkan sejumlah gagasan yang akan menjadi prioritas apabila memperoleh kepercayaan memimpin PWI Pematangsiantar.
Salah satu program yang disiapkannya adalah menggelar Lomba Karya Tulis Wartawan tingkat Sumatera Utara dengan Kota Pematangsiantar sebagai tuan rumah. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang meningkatkan kualitas karya jurnalistik sekaligus memperkenalkan Pematangsiantar sebagai kota yang peduli terhadap perkembangan dunia pers.
Ia menilai peningkatan kompetensi wartawan harus terus dilakukan melalui kegiatan yang mendorong kreativitas, profesionalisme, dan semangat menghasilkan karya jurnalistik berkualitas.
Selain peningkatan kualitas profesi, Agus juga ingin membangun organisasi yang lebih solid melalui penguatan rasa kekeluargaan antar anggota. Baginya, PWI tidak hanya berfungsi sebagai organisasi profesi, tetapi juga menjadi rumah bersama bagi wartawan dalam berbagai situasi.
“Soliditas organisasi harus terus dijaga. Kebersamaan bukan hanya saat ada kegiatan, tetapi juga ketika ada anggota yang membutuhkan dukungan dalam keadaan suka maupun duka,” katanya.
Regenerasi Jadi Perhatian Utama
Agus menegaskan bahwa kaderisasi menjadi salah satu pekerjaan besar yang harus mendapat perhatian serius pada periode kepengurusan mendatang. Ia berharap semakin banyak wartawan muda yang terdorong bergabung dan meningkatkan kompetensinya hingga memenuhi syarat menjadi anggota PWI.
Menurutnya, organisasi akan semakin kuat apabila memiliki regenerasi yang berjalan baik, didukung anggota yang profesional, berintegritas, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk menjadikan Konferkot sebagai ajang demokrasi organisasi yang sehat. Siapa pun yang nantinya terpilih diharapkan mampu merangkul seluruh anggota dan bekerja demi kemajuan PWI Pematangsiantar.
Dengan dibukanya tahapan pencalonan, bursa Ketua PWI Kota Pematangsiantar diperkirakan akan semakin menarik. Sejumlah nama lain disebut-sebut berpotensi ikut meramaikan kontestasi, sehingga Konferkot tahun ini diprediksi berlangsung kompetitif dan menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi wartawan tersebut untuk tiga tahun ke depan. Herry Sinaga/Ed. MN
