Medan – Generasi Z kini menjadi kelompok dominan pengguna layanan kereta api di Sumatera Utara. Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat, sebanyak 55 persen pelanggan KAI berusia di bawah 30 tahun.
Dominasi pelanggan muda tersebut menjadi perhatian KAI Divre I Sumatera Utara dalam mengembangkan layanan transportasi yang semakin adaptif terhadap kebutuhan generasi muda.
Hal itu disampaikan Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, dalam momentum peringatan Hari Pemuda Internasional atau International Youth Day yang diperingati setiap 12 Agustus.
Anwar mengatakan, data pelanggan pada Maret 2026 menunjukkan bahwa kelompok usia muda memiliki mobilitas yang cukup tinggi. Kereta api tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pendidikan dan pekerjaan, tetapi juga perjalanan wisata.
“Dominasi Gen Z hingga 55 persen membuktikan bahwa layanan kereta api kini menjadi pilihan utama gaya hidup bermobilitas generasi muda,” ujar Anwar.
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong KAI untuk terus mendengarkan kebutuhan pelanggan muda, termasuk menghadirkan layanan yang praktis dan mudah diakses melalui teknologi digital.
Salah satunya melalui penguatan layanan digital menggunakan aplikasi Access by KAI, selain peningkatan kenyamanan fasilitas di stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api.
Menariknya, dominasi generasi muda bukan hanya terlihat dari sisi pelanggan. Komposisi pekerja di lingkungan KAI Divre I Sumatera Utara juga cukup banyak diisi tenaga kerja berusia muda.
Berdasarkan data per 1 Agustus 2026, terdapat 414 pekerja KAI Divre I Sumatera Utara berusia di bawah 30 tahun. Jumlah tersebut mencapai sekitar 29 persen dari total 1.434 pekerja.
Para pekerja muda tersebut tersebar dalam berbagai bidang, mulai dari operasional perjalanan kereta api, pelayanan pelanggan, perawatan sarana dan prasarana, hingga fungsi pendukung digitalisasi.
Anwar menilai keberadaan pekerja muda menjadi salah satu kekuatan KAI dalam merespons perubahan kebutuhan pelanggan.
“Pekerja muda membawa perspektif baru dan kemampuan beradaptasi tinggi yang sangat relevan dengan dinamika organisasi maupun kebutuhan mayoritas pelanggan kita saat ini,” katanya.
Menurut Anwar, perpaduan antara gagasan segar pekerja muda dan pengalaman pekerja senior menjadi modal penting bagi perusahaan.
Kolaborasi tersebut dinilai tidak hanya dibutuhkan untuk menghadirkan inovasi pelayanan, tetapi juga tetap menjaga standar keselamatan yang menjadi prioritas utama dalam operasional perkeretaapian.
Untuk mengembangkan potensi pekerja muda, KAI juga menyediakan berbagai wadah pengembangan kompetensi dan kreativitas internal.
Di antaranya melalui Innovation & Improvement Award (IIA) serta Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Kereta Api.
Program tersebut menjadi ruang bagi pekerja untuk mengembangkan kemampuan, menyampaikan gagasan, sekaligus membangun semangat berkompetisi secara positif.
Anwar berharap momentum Hari Pemuda Internasional 2026 yang mengusung tema “Konteks yang Berbeda, Aspirasi yang Sama” dapat mendorong generasi muda untuk semakin aktif berkarya.
“KAI memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk belajar, berkompetisi, dan menyampaikan gagasan,” ujarnya.
Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kemampuan, meraih prestasi, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan perkeretaapian dan masyarakat.
Dengan pelanggan muda yang mencapai lebih dari separuh pengguna dan ratusan pekerja muda di dalam perusahaan, KAI Divre I Sumatera Utara melihat generasi muda bukan sekadar kelompok pengguna transportasi, tetapi juga bagian penting dalam menentukan arah inovasi dan perkembangan layanan perkeretaapian ke depan. (Herry Sinaga)
