Pematangsiantar – Bursa calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pematangsiantar semakin menarik. Rahayu resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai calon Ketua PWI Siantar periode mendatang, Selasa (11/8/2026).
Berkas pendaftaran tersebut diserahkan langsung Rahayu ke Kantor PWI Kota Siantar di Jalan Kartini. Kedatangannya diterima Ketua PWI Kota Siantar, Surati, bersama Bendahara PWI, Netty Herawati.
Ketua PWI Kota Siantar, Surati, mengatakan bahwa hari ini merupakan batas terakhir pendaftaran bagi para kandidat yang ingin maju dalam pemilihan Ketua PWI Kota Siantar.
“Hari ini terakhir pendaftaran calon Ketua PWI,” ujar Surati.
Usai menyerahkan berkas, Rahayu menyampaikan apresiasi kepada panitia Konferensi PWI Kota Siantar Tahun 2026 yang telah menjalankan tahapan pendaftaran.
“Kita sangat mengapresiasi kinerja dari panitia yang sudah bekerja keras,” kata Rahayu, yang juga merupakan Pemimpin Redaksi Hetanews.com.
Bukan Nama Baru di PWI
Rahayu bukan sosok baru dalam tubuh organisasi wartawan tersebut. Ia tercatat telah bergabung dengan PWI sejak 2003.
Pengalaman organisasi Rahayu juga cukup panjang. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris PWI Kota Siantar pada periode 2013–2016 dan kembali dipercaya menduduki posisi tersebut pada periode 2023–2026.
Pengalaman itu menjadi salah satu modal Rahayu untuk maju dalam bursa perebutan kursi Ketua PWI Kota Siantar.
Jika dipercaya memimpin PWI Siantar, Rahayu mengaku tidak ingin mengumbar program yang terlalu muluk. Ia justru ingin memperkuat fungsi PWI sebagai organisasi yang dapat menjadi tempat bernaung bagi para wartawan.
“Kita akan melanjutkan program pimpinan selanjutnya. Saya enggak muluk-muluk. Saya ingin menjadikan PWI sebagai rumah besar wartawan yang profesional, independen dan berintegritas,” tegasnya.
Fokus Kompetensi dan Perlindungan Wartawan
Selain membangun organisasi sebagai rumah bersama, Rahayu juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi wartawan.
Menurutnya, PWI harus berada di garis depan dalam mendorong wartawan dan perusahaan media meningkatkan profesionalisme. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas dan kesempatan mengikuti uji kompetensi wartawan.
“Kita akan menjadikan PWI sebagai garda depan dalam meningkatkan kompetensi wartawan maupun media,” ujarnya.
Tak hanya soal kompetensi, Rahayu juga menempatkan perlindungan terhadap wartawan sebagai salah satu agenda penting apabila dirinya dipercaya memimpin PWI Siantar.
Ia mengatakan PWI harus mampu memberikan advokasi dan perlindungan kepada wartawan yang menghadapi persoalan atau sengketa ketika menjalankan tugas jurnalistik.
“Kita akan membangun advokasi perlindungan terhadap wartawan ketika mengalami sengketa saat melakukan tugas-tugasnya. Kita juga akan berusaha agar wartawan, khususnya di Siantar, dapat mengikuti kompetensi wartawan,” pungkasnya. ( Herry Sinaga )
