Pematangsiantar– Sebanyak prajurit Bintara remaja TNI Angkatan Darat (AD) resmi mengakhiri pendidikan dan memasuki babak baru sebagai prajurit TNI AD. Penutupan Pendidikan Pembentukan Bintara (Dikmaba) Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 digelar di Lapangan Jenderal Soedirman, Rindam I/Bukit Barisan (BB), Jalan Argasari, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari, Pematangsiantar, Selasa (11/8/2026) .
Upacara penutupan tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Pematangsiantar. Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan Muhammad Hamdani Lubis.
Penutupan pendidikan dilakukan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa yang diwakili Kasdam I/BB Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya.
Momen tersebut menjadi tonggak penting bagi para peserta didik. Setelah menjalani pendidikan dan pembentukan di Rindam I/BB, mereka resmi dilantik menjadi prajurit TNI AD dengan pangkat Sersan Dua (Serda).
Dalam amanat Pangdam I/BB yang dibacakan Kasdam I/BB, para Bintara remaja diminta tidak menganggap pelantikan sebagai akhir dari proses pendidikan.
Sebaliknya, pelantikan tersebut merupakan awal perjalanan panjang dalam menjalankan tugas dan pengabdian sebagai prajurit TNI AD.
“Momentum ini awal pengabdian para Bintara remaja sebagai prajurit TNI AD. Setiap prajurit menjunjung tinggi hukum, disiplin, dan norma kehidupan bermasyarakat,” ujar Kasdam membacakan amanat Pangdam I/BB.
Para prajurit juga diminta menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan jati diri TNI AD, baik saat menjalankan tugas maupun ketika berada di tengah masyarakat.
Tekanan Pangdam: Moral, Disiplin dan Profesionalisme
Dalam amanat tersebut, Pangdam I/BB memberikan sejumlah penekanan kepada para prajurit yang baru dilantik.
Mereka diminta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sekaligus membangun karakter sebagai prajurit yang bermoral dan beretika.
Selain itu, profesionalisme keprajuritan harus terus ditingkatkan. Para Bintara remaja diminta menjadikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap dan bertindak.
“Jadilah prajurit yang bermoral dan beretika, tingkatkan profesionalisme keprajuritan, jadikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” tegasnya.
Tidak hanya itu, para prajurit juga diminta mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan kejuruan Bintara sesuai kecabangan masing-masing.
Rahasia Negara Jadi Penekanan
Satu hal lain yang menjadi perhatian dalam amanat Pangdam I/BB adalah pentingnya menjaga kerahasiaan.
Para Bintara remaja yang baru dilantik diminta memegang teguh rahasia internal maupun rahasia negara dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Karena keamanan dan tanggung jawab NKRI ada di pundak kita,” tegasnya.
Pangdam I/BB juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Danrindam I/BB, para pelatih serta seluruh unsur pendukung yang telah berperan dalam membentuk para peserta didik hingga berhasil menyelesaikan pendidikan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan piagam dan pengalungan medali kepada siswa berprestasi.
Pelantikan secara simbolis juga menjadi bagian dari prosesi penutupan Dikmaba Inf TNI AD Gelombang II TA 2026.
Dengan berakhirnya pendidikan tersebut, para Bintara remaja kini memasuki fase baru sebagai prajurit TNI AD yang dituntut siap menjalankan tugas, menjaga kehormatan institusi, serta mengabdi kepada bangsa dan negara. ( Herry Sinaga )
