Pematangsiantar, Lencanagaruda.com – Munculnya dugaan kasus keracunan yang dialami sejumlah siswa sekolah setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa daerah menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut turut memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan makanan yang disajikan melalui program MBG.
Untuk mencegah kejadian serupa terjadi di Kota Pematangsiantar, pengawasan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai perlu dilakukan secara konsisten, mulai dari proses pengolahan hingga makanan didistribusikan kepada para siswa.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, Urat H Simanjuntak, mengatakan pihaknya secara berkala melakukan pembinaan sekaligus pengawasan terhadap SPPG yang menjalankan program MBG.
“Kita selalu melaksanakan pembinaan secara berkala ke SPPG, Bang,” jelas Urat saat dikonfirmasi, Kamis(17/9/2026).
Menurutnya, pembinaan tersebut tidak hanya sebatas memberikan arahan, tetapi juga menjadi bagian dari pengawasan untuk memastikan aspek keamanan pangan tetap diperhatikan dalam pelaksanaan MBG.
“Pembinaan itu sekalian dengan pengawasan. Selain itu kita memastikan semua relawan sudah mendapat pelatihan keamanan pangan,” katanya.
Urat menambahkan, pelatihan keamanan pangan juga diberikan kepada relawan yang baru menggantikan relawan sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh petugas yang terlibat dalam proses penyediaan makanan memahami standar keamanan pangan.
“Makanya kita ada melakukan pelatihan kepada relawan yang diganti” ujarnya.
Dengan adanya pembinaan, pengawasan, serta pelatihan keamanan pangan tersebut, Dinas Kesehatan berharap proses penyediaan makanan dalam program MBG di Pematangsiantar dapat berjalan dengan memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan pangan.
Sementara itu, kekhawatiran masyarakat terhadap potensi gangguan kesehatan akibat makanan MBG menjadi pengingat pentingnya pengawasan menyeluruh terhadap setiap tahapan penyelenggaraan program, terutama di dapur SPPG yang menjadi tempat makanan dipersiapkan sebelum disalurkan kepada siswa. ( Herry Sinaga )
