Pematangsiantar, Lencanagaruda.com – Pelaksanaan Wali Kota Cup Siantar Road Race 2026 di Terminal Tanjung Pinggir menyisakan persoalan. Sejumlah fasilitas terminal dilaporkan mengalami kerusakan setelah lokasi tersebut digunakan sebagai arena balap, sementara sampah bekas kegiatan masih ditemukan berserakan, Minggu (13/9/2026).
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah pos security di kawasan Terminal Tanjung Pinggir, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba. Bagian atap pos tersebut terlihat mengalami kerusakan dan diduga digunakan penonton untuk menyaksikan jalannya perlombaan.
Di sekitar bagian atap juga terlihat sampah sisa makanan yang diduga ditinggalkan penonton selama kegiatan berlangsung.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari pengelola terminal. Kepala Terminal Tanjung Pinggir, Bambang Joko Susilo, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan panitia penyelenggara agar kerusakan segera ditangani.
Menurut Bambang, panitia telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab dan melakukan perbaikan.
“Kita sudah koordinasi, mereka akan bertanggung jawab dan akan diperbaiki hari ini,” ujar Bambang, Selasa (15/9/2026).
Bambang juga menyoroti kondisi kebersihan terminal pascapelaksanaan balapan. Sampah masih terlihat di sejumlah titik hingga Senin (14/9/2026) sore.
Ia berharap seluruh kondisi fasilitas dan kebersihan terminal dikembalikan seperti sebelum lokasi digunakan untuk kegiatan olahraga otomotif tersebut.
“Saya mau, keadaan dikembalikan seperti semula sebelum dipakai untuk Road Race,” tegasnya.
Panitia Akui dan Siap Tanggung Kerusakan
Terpisah, Ketua Panitia Wali Kota Cup Siantar Road Race 2026, Rocky Marbun, membenarkan pihaknya akan bertanggung jawab atas kondisi fasilitas yang mengalami kerusakan maupun persoalan kebersihan di lokasi.
Rocky mengatakan perbaikan akan dilakukan sesegera mungkin. Pihak panitia juga berkomitmen membersihkan kembali kawasan terminal dari sampah sisa kegiatan.
“Kita bertanggung jawab penuh, akan kita perbaiki. Semoga hari ini bisa selesai, termasuk sampah itu,” kata Rocky.
Pernyataan tersebut menjadi bentuk tanggung jawab panitia setelah penggunaan Terminal Tanjung Pinggir sebagai lokasi kegiatan meninggalkan sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Pasca kegiatan, pengelola terminal kini meminta kondisi kawasan tersebut dikembalikan seperti semula, termasuk memastikan fasilitas yang rusak diperbaiki dan sampah dibersihkan.
Dengan demikian, penyelenggaraan kegiatan di fasilitas publik tidak hanya dinilai dari suksesnya acara, tetapi juga dari bagaimana penyelenggara memastikan lokasi yang digunakan tetap terjaga setelah kegiatan berakhir. ( Herry Sinaga )
