Pematangsiantar – Pergerakan harga komoditas dapur di Pasar Tradisional Dwikora, Kota Pematangsiantar, memasuki awal Agustus 2026 menunjukkan kondisi yang cukup berbanding terbalik.
Di saat harga cabai rawit justru melambung hingga Rp80.000 per kilogram, harga sejumlah komoditas lain seperti cabai merah, cabai hijau, dan tomat malah mengalami penurunan.
Kondisi tersebut dirasakan langsung para pedagang dan pembeli yang beraktivitas di Pasar Dwikora.
Enjel, salah seorang pedagang, menyebut kenaikan harga cabai rawit menjadi yang paling mencolok dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, harga cabai rawit yang sebelumnya masih berada di kisaran Rp65.000 per kilogram, kini sudah menyentuh Rp80.000 per kilogram.
“Harga cabai rawit sudah Rp80.000 per kilo. Sebelumnya masih Rp65.000,” ujar Enjel, Selasa (11/8/2026).
Berbanding terbalik dengan cabai rawit, harga cabai merah justru mengalami penurunan cukup signifikan.
Enjel mengatakan, cabai merah yang sebelumnya berada di rentang Rp35.000 hingga Rp45.000 per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp30.000 per kilogram.
Penurunan juga terjadi pada cabai hijau dan tomat.
Harga cabai hijau kini berada di angka Rp35.000 per kilogram, setelah sebelumnya sempat mencapai Rp45.000. Sementara tomat turun menjadi Rp15.000 per kilogram dari harga sebelumnya sekitar Rp20.000.
“Cabai hijau sekarang Rp35.000 per kilo, sebelumnya sempat Rp45.000. Tomat juga turun, sekarang Rp15.000 dari sebelumnya Rp20.000,” katanya.
Bawang Merah dan Putih Masih Stabil
Di tengah fluktuasi harga cabai dan tomat, komoditas bawang justru relatif tidak mengalami perubahan berarti.
Mariana, pedagang lainnya di Pasar Dwikora, mengatakan harga bawang merah dan bawang putih masih bertahan pada kisaran sebelumnya.
Bawang merah dijual sekitar Rp25.000-Rp30.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di kisaran Rp35.000 per kilogram.
“Bawang merah rata-rata Rp25.000 sampai Rp30.000 per kilo, bawang putih stabil Rp35.000 per kilo,” ujar Mariana.
Menurut Mariana, salah satu faktor yang mendorong lonjakan harga cabai rawit adalah terbatasnya pasokan yang masuk ke pasar.
Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap cabai tetap tinggi. Ketimpangan antara pasokan yang minim dan permintaan yang tetap meningkat akhirnya ikut mendorong harga cabai rawit naik.
Situasi ini membuat harga bahan pangan di Pasar Dwikora bergerak tidak seragam. Sebagian komoditas mengalami kenaikan, sementara komoditas lainnya justru turun.
Bagi masyarakat, kondisi tersebut menjadi perhatian karena cabai merupakan salah satu kebutuhan dapur yang sulit dipisahkan dari konsumsi sehari-hari.
Jika pasokan cabai rawit belum kembali normal, bukan tidak mungkin harga komoditas tersebut masih berpotensi mengalami perubahan dalam beberapa hari ke depan. ( Herry Sinaga )
