Simalungun, Lencanagaruda.com – Kapolres Simalungun AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, mulai membangun komunikasi dengan jajaran TNI. Salah satunya melalui kunjungan silaturahmi ke Markas Korem (Makorem) 022/Pantai Timur, Selasa (22/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Hendri bertemu langsung dengan Danrem 022/Pantai Timur Kolonel Inf. Sandi Kamidianto, pertemuan berlangsung di Mako Korem 022/PT, Jalan Asahan KM 3,5, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan, pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan koordinasi antara TNI dan Polri, khususnya dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah Simalungun.
“Kunjungan ini merupakan langkah awal Kapolres dalam membangun komunikasi langsung dengan unsur TNI, khususnya Korem 022/Pantai Timur, sekaligus memperkuat sinergitas dan soliditas dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah,” ujar Verry.
Menurut Verry, koordinasi tidak hanya menyangkut hubungan antarpimpinan, tetapi juga diarahkan pada kesiapsiagaan menghadapi berbagai perkembangan situasi yang berpotensi mengganggu Kamtibmas.
“Jalur komunikasi pimpinan perlu dibangun sejak awal, sehingga ketika ada perkembangan situasi yang membutuhkan koordinasi lintas institusi, dapat segera ditindaklanjuti sesuai tugas dan kewenangan masing-masing,” katanya.
Pertemuan itu turut dihadiri Pemimpin Cabang BRI Pematangsiantar Alvin Nur Muhammad, Kepala Kejaksaan Negeri Simalungun Munawal Hadi, Wakapolres Simalungun Kompol Imam Alriyuddin, serta Kepala Staf Korem 022/PT Letkol Inf Binsar Julianto Simanjuntak.
Dari jajaran Polres Simalungun, hadir pula Kasat Reskrim, Kasat Intelkam dan Kasat Narkoba. Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bagian dari koordinasi lintas sektor yang berkaitan dengan perkembangan keamanan, tindak pidana, hingga persoalan narkotika.
“Kehadiran Kasat Intelkam, Reskrim dan Narkoba memiliki relevansi dengan tugas masing-masing, terutama untuk membangun koordinasi terkait perkembangan informasi Kamtibmas, potensi gangguan keamanan, tindak pidana menonjol dan peredaran narkotika,” jelas Verry.
Ia menambahkan, sinergitas TNI-Polri diperlukan agar berbagai potensi gangguan keamanan dapat dideteksi lebih awal dan ditangani melalui koordinasi yang cepat.
“Kami berharap komunikasi yang telah terjalin ini terus ditindaklanjuti sampai tingkat teknis, sehingga dapat mendukung deteksi dini dan respons cepat terhadap persoalan yang berpotensi mengganggu Kamtibmas,” pungkasnya. ( Herry Sinaga )
