Pematangsiantar, Lencanagaruda.com – Jalan Mangatas Marulitua Silalahi untuk kembali memimpin Partai Golkar Kota Pematangsiantar semakin terbuka. Ia mengantongi surat diskresi dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, sebagai dasar untuk kembali maju dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Pematangsiantar Tahun 2026.
Surat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPD I Partai Golkar Sumatera Utara, Andar Amin Harahap, di Sekretariat DPD I Golkar Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 12, Medan, Sabtu (7/11/2026).
Penyerahan surat diskresi itu menjadi sinyal kuat bagi Mangatas untuk kembali bertarung memperebutkan kursi Ketua DPD II Golkar Pematangsiantar.
Dalam agenda tersebut, Mangatas hadir bersama sejumlah anggota DPRD Pematangsiantar dari Fraksi Golkar, jajaran pengurus DPD II, serta perwakilan organisasi pendiri dan organisasi yang didirikan Partai Golkar.
Mangatas menyambut terbitnya surat diskresi tersebut dengan rasa syukur. Ia menyebut kepercayaan dari pimpinan partai di tingkat pusat dan provinsi merupakan amanah yang harus dijawab dengan kerja politik nyata.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Bahlil Lahadalia, Sekjen DPP Golkar Muhammad Sarmuji, Waketum Ahmad Doli Tandjung, Andar Amin Harahap, serta Sekretaris DPD I Golkar Sumut Viktor Silaen.
Namun, bagi Mangatas, targetnya tidak berhenti pada kembali menduduki kursi ketua. Ia justru memasang target lebih besar, yakni membawa Golkar Pematangsiantar tampil sebagai kekuatan politik yang mampu meraih kemenangan pada kontestasi Pemilu 2029.
“Saya akan mempertanggungjawabkan diskresi itu dengan cara menang menjadi Ketua Golkar Pematangsiantar. Nantinya, bersama-sama dengan struktur kepengurusan yang terpilih, kita akan berjuang menghadapi seluruh perhelatan politik tahun 2029, baik Pileg, Pilpres, maupun Pilkada di Kota Pematangsiantar,” tegasnya.
Ia menilai, kemenangan pada Pemilu 2029 membutuhkan persiapan organisasi sejak dini. Karena itu, konsolidasi internal, penguatan struktur hingga tingkat kecamatan, serta soliditas seluruh kader menjadi pekerjaan penting yang harus dilakukan.
Mangatas juga berharap Musda XI Golkar Pematangsiantar dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif tanpa menimbulkan perpecahan di internal partai.
Jika kembali dipercaya memimpin, ia berjanji membuka ruang bagi seluruh elemen partai untuk terlibat dalam membangun kekuatan organisasi.
“Jika nantinya terpilih dalam Musda, saya akan merangkul semua stakeholder di Partai Golkar Kota Pematangsiantar,” ujarnya.
Dengan bekal surat diskresi dari DPP, Mangatas kini bersiap menghadapi Musda XI. Tantangan berikutnya bukan hanya memastikan dirinya terpilih kembali, tetapi juga membuktikan bahwa Golkar Pematangsiantar mampu menjaga soliditas kader dan meningkatkan kekuatan politik menuju Pemilu 2029. ( Herry Sinaga )
