Pematangsiantar – Suasana berbeda terlihat di halaman , Jalan Sudirman, Peringatan Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-78 berlangsung meriah dengan kegiatan olahraga bersama, permainan, hingga syukuran.
Wakil Wali Kota Pematangsiantar Herlina turut hadir dan berbaur bersama jajaran kepolisian, Bhayangkari, organisasi wanita, serta sejumlah unsur pemerintah daerah.
Kegiatan diawali dengan olahraga bersama. Selain menjaga kebugaran, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi dan kebersamaan antara Polri, Pemerintah Kota Pematangsiantar, instansi terkait, serta organisasi wanita.
Kemeriahan berlanjut saat peserta mengikuti sejumlah permainan yang telah dipersiapkan panitia. Suasana penuh keakraban pun terlihat sepanjang kegiatan.
Herlina menyampaikan apresiasi terhadap kiprah Polwan yang selama ini turut berperan dalam pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Polwan memiliki kontribusi penting dalam membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat.
Ia berharap hubungan dan sinergi antara Polwan, Pemko Pematangsiantar, serta seluruh elemen masyarakat semakin kuat.
“Sinergitas yang baik menjadi modal penting untuk bersama-sama menciptakan Kota Pematangsiantar yang aman, nyaman, dan kondusif,” demikian inti pesan Herlina, Jumat (28/8/2026).
Sementara itu, Kapolres Pematangsiantar menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Polwan, khususnya Polwan yang bertugas di lingkungan Polres Pematangsiantar.
Ia juga memberikan penghargaan atas dedikasi dan pengabdian para Polwan dalam menjalankan tugas kepolisian.
Sah Udur berharap peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi pemacu semangat untuk meningkatkan profesionalisme, kemampuan, dan integritas.
Pelayanan kepada masyarakat, kata dia, juga harus terus mengedepankan pendekatan yang humanis.
“Polwan diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat dan terus memberikan pelayanan terbaik dengan penuh tanggung jawab,” ujar Sah Udur.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan syukuran. Doa bersama dan pemotongan nasi tumpeng menjadi bagian dari peringatan tersebut. ( Herry Sinaga )
