Simalungun, Lencanagaruda.com– Kontingen Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Simalungun berhasil membawa pulang dua medali perak dari Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) ESI Sumatera Utara 2026 yang digelar di Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), Medan.
Kejurprov yang berlangsung hingga babak grand final pada Minggu (20/9/2026) tersebut diikuti sekitar 220 atlet dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
Dua nomor pertandingan yang diikuti ESI Simalungun sama-sama berbuah medali perak. Hasil tersebut menjadi catatan tersendiri karena seluruh nomor yang didaftarkan berhasil menembus posisi kedua.
Medali perak pertama diraih tim Free Fire ESI Simalungun yang diperkuat lima atlet, yakni Fadhli Dzil Ikram Barus, Dio Kiasta, M Fathir Rahmanda Manurung, Diego Kennedy Wiliem, dan Rahmat Aprizha Ginting.
Sementara itu, medali perak kedua dipersembahkan atlet pada nomor eFootball 2vs2, melalui pasangan Benny Raja Bonar Tampubolon dan Paul Sanches Damanik.
Ketua ESI Simalungun, Samuel Tamba, mengatakan capaian tersebut menunjukkan potensi atlet esports di Kabupaten Simalungun masih sangat besar untuk dikembangkan.
Menurutnya, dari dua nomor pertandingan yang didaftarkan dalam Kejurprov ESI Sumut 2026, keduanya mampu menghasilkan medali.
“Dari dua nomor pertandingan yang kami daftarkan, keduanya mendapatkan medali perak,” ujar Samuel, Selasa(22/9/2026).
Ia berharap prestasi tersebut mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Simalungun, khususnya melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Simalungun.
Samuel menilai dukungan tersebut diperlukan untuk menciptakan lebih banyak kompetisi esports di daerah.
Menurutnya, keberadaan turnamen menjadi salah satu sarana penting bagi atlet muda untuk meningkatkan kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.
“Harapan saya sebagai Ketua ESI Simalungun, ke depannya ESI Simalungun dapat mendapat perhatian dari pemerintah daerah melalui KONI Simalungun agar semakin banyak event esports digelar di Simalungun,” katanya.
Ia menambahkan, atlet esports membutuhkan wadah pertandingan secara rutin agar memiliki kesempatan mengasah kemampuan dan meningkatkan jam terbang.
“Anak-anak muda ini butuh wadah untuk menguji jam terbang mereka. Kalau event tidak banyak, mereka mau ke mana untuk mencari jam terbang” ujar Samuel.
Kejurprov ESI Sumut 2026 sendiri menjadi ajang berkumpulnya atlet esports dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Bagi ESI Simalungun, dua medali perak yang diraih menjadi modal untuk terus melakukan pembinaan dan mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi berikutnya. ( Herry Sinaga )
