Pematangsiantar, Lencanagaruda.com – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah dua lantai yang sekaligus dijadikan tempat usaha laundry di Jalan Patuan Nagari, Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Siantar Utara, Pematangsiantar, Sabtu (29/8/2026) sore.
Bukan hanya bangunan yang dilalap si jago merah. Peralatan usaha laundry dan sejumlah barang berharga di dalam rumah turut hangus. Total kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp700 juta.
Besarnya kerugian tidak terlepas dari fungsi bangunan yang selain menjadi tempat tinggal juga digunakan sebagai lokasi usaha laundry. Saat api membesar, berbagai perlengkapan usaha yang berada di dalam bangunan ikut terbakar dan tidak berhasil diselamatkan.
Informasi kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pematangsiantar sekitar pukul 15.30 WIB. Petugas kemudian mengerahkan armada pemadam ke lokasi untuk mencegah kobaran api semakin meluas.
Kepala Operasional Damkar Pematangsiantar, Remaja Ginting, mengatakan api diduga pertama kali muncul dari bagian belakang bangunan.
Menurut keterangan warga yang berada di sekitar lokasi, kobaran api dengan cepat membesar dan merambat menuju lantai dua. Kondisi bangunan yang terbakar membuat proses pemadaman harus dilakukan secara maksimal.
Sebanyak enam unit armada pemadam kebakaran diterjunkan untuk menangani kobaran api. Petugas menyemprotkan air dari sejumlah sisi bangunan agar api tidak menjalar ke rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi.
“Begitu informasi kami terima sekitar pukul 15.30 WIB, personel langsung bergerak ke lokasi. Dari keterangan warga, api diduga bermula dari bagian belakang rumah kemudian merambat ke lantai atas,” kata Remaja.
Kerugian terbesar dalam peristiwa ini berasal dari bangunan dua lantai beserta seluruh isi dan peralatan usaha laundry yang berada di dalamnya.
Damkar memperkirakan nilai kerugian sementara mencapai sekitar Rp700 juta.
“Estimasi kerugian sementara ditaksir Rp700 juta. Di dalam rumah tersebut juga terdapat usaha laundry berikut peralatan-peralatannya yang ikut terbakar,” ujar Remaja.
Kebakaran tersebut praktis membuat bangunan tidak dapat digunakan kembali dan aktivitas usaha laundry terhenti. Barang-barang yang berada di dalam bangunan juga sebagian besar tidak dapat diselamatkan.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada korsleting atau gangguan instalasi listrik yang diduga terjadi di bagian belakang bangunan.
“Untuk penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Dugaan awal akibat korsleting listrik yang bermula dari ruangan belakang,” jelasnya.
Di tengah besarnya kerugian materiil, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Namun, pemilik rumah yang telah lanjut usia mengalami shock berat setelah menyaksikan tempat tinggal sekaligus usaha miliknya dilalap api. Kondisi psikologis korban semakin terpukul karena sebelumnya disebut pernah mengalami musibah kebakaran serupa.
“Korban jiwa nihil. Hanya saja pemilik rumah yang sudah tua mengalami shock berat. Korban juga memiliki trauma karena sebelumnya pernah mengalami kebakaran,” ungkap Remaja.
Hingga api berhasil dikendalikan, petugas terus melakukan penyiraman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. ( Herry Sinaga )
