LencanaGaruda
Selasa, 21 Juli 2026
No Result
View All Result
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Sport
  • Ekonomi
  • Wisata
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Tekno
LencanaGaruda
No Result
View All Result
LencanaGaruda
No Result
View All Result
  • News
  • Peristiwa
  • Regional
  • Nasional
  • Dunia
  • Bisnis
  • Seleb
  • Sport
  • Tekno
  • Wisata
Home News Regional

Uji Nyali Saat Melintas di Jembatan Tongguran yang Masih Berfungsi Sejak Masa Kolonial Belanda

Redaksi by Redaksi
10/03/2025
in Regional

Simalungun (Sumut) – Kecamatan Tanah Jawa adalah salah satu Kecamatan yang diinvasi oleh Pemerintahan kolonial Belanda. Hingga hari ini, ada begitu banyak peninggalan Belanda yang masih berdiri. Baik berupa fisik seperti rumah, jalan, jembatan atau pun berupa budaya.

Bangunan fisik dari waktu ke waktu memang dapat dikatakan berkurang, tapi tak sedikit pula bangunan yang sampai sekarang tetap ada meski tak dirawat namun berdiri kukuh dengan baik dan masih bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satunya adalah Jembatan Tongguran yang ada di Nagori Bosar Galugur, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

Jembatan ini merupakan jalan alternatif yang menghubungkan dua nagori (desa) yakni Hubuan dan Bosar Galugur, panjangnya sekitar 200 meter, lebar kurang lebih satu meter, dan ketinggian berkisar 60 meter yang hanya dapat digunakan oleh pengemudi sepeda motor dari satu arah.

Setiap hari, jembatan di Nagori Bosar Galugur itu tak pernah sepi dijadikan lintasan sehingga para pengendara motor lebih sering memotong jalur dengan melintas di jembatan yang bisa dikatakan cukup memacu adrenalin.

Pangulu Nagori Bosar Galugur, Pahotan Manurung mengatakan bahwa jembatan ini merupakan jalan alternatif yang menghubungkan dua nagori yakni Hubuan dan Bosar Galugur.

“Jika lewat jembatan ini, hanya butuh waktu 10 – 15 menit saja. Sementara jika melewati jalan besar, butuh waktu kurang lebih dua jam perjalanan,” ujarnya Minggu (09/03/2025).

Pahotan menjelaskan, jembatan ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat di era kolonial Belanda. Sejak awal dibangun, jembatan ini tidak memiliki pembatas atau pengaman.

Sementara itu, Mukhtar Lubis, warga Nagori Bosar Galugur, mengaku sudah sering melewati jembatan ini.

“Sudah sering lewat jembatan ini, soalnya ini jalan kalau mau berangkat dan pulang kerja,” ujarnya.

Mukhtar mengatakan kalau dirinya melewati jembatan itu sebagai jalan alternatif sebab, waktu tempuh lewat jembatan itu lebih singkat ketimbang mengambil jalan umum.

“Sebagai jalan potong alternatif, karena tidak memakan waktu lama. Kalau lewat dari situ bisa sampai 15 menit dari Balimbingan ke Bosar Galugur. Tapi kalau dari jalan besar, bisa sampai setengah jam untuk sampai ke tempat kerja,” tuturnya.

SA/Ed. MN

Tags: Headline
ShareTweetSendSharePin

Berita Terkini

News

Ketua ILAJ: Jangan Biarkan Opini Mengalahkan Hukum, Ada 8 Alasan Penyidik Patut Pertimbangkan SP3 Perkara Febrie Adriansyah

21 Juli 2026 | 14:56 WIB
News

Ketua ILAJ: Negara Hukum Tidak Hanya Berani Menetapkan Tersangka, Tetapi Juga Berani Menghentikan Penyidikan Bila Tak Cukup Bukti

21 Juli 2026 | 14:55 WIB
News

Ketua ILAJ Beberkan 8 Dasar KUHAP: Mengapa Penyidikan Perkara Febrie Adriansyah Perlu Dievaluasi Secara Objektif

21 Juli 2026 | 14:54 WIB
News

Ketua ILAJ: Jika Syarat Hukum SP3 Terpenuhi, Penyidik Wajib Pertimbangkan Penghentian Perkara Febrie Adriansyah

21 Juli 2026 | 14:53 WIB
News

Ketua ILAJ Ungkap 8 Alasan Hukum Mengapa Perkara Febrie Adriansyah Patut Dipertimbangkan untuk SP3

21 Juli 2026 | 14:52 WIB
News

Ketua ILAJ Sebut Ada 8 Alasan Mengapa Perkara Febrie Adriansyah Patut Dipertimbangkan untuk Dihentikan Penyidikannya

21 Juli 2026 | 14:47 WIB
News

Ketua ILAJ: Mengapa Narasi yang Menyerang Febrie Dibiarkan, Sementara Pembelaan Berdasarkan Hukum Dipersoalkan?

21 Juli 2026 | 02:45 WIB
News

Ketua ILAJ: Seluruh Jajaran Satgas PKH Layak Dianugerahi Bintang Mahaputera atas Jasa Luar Biasa Memulihkan Keuangan dan Aset Negara

19 Juli 2026 | 18:00 WIB
News

Ketua ILAJ Apresiasi Kepemimpinan Satgas PKH: Sjafrie Sjamsoeddin, ST Burhanuddin, dan Febrie Adriansyah Berhasil Selamatkan Aset Negara Senilai Rp402,4 Triliun

18 Juli 2026 | 16:59 WIB
News

GPM Soroti Transparansi Penanganan Kasus Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19, Minta Kejati Sumut Percepat Penetapan Tersangka

18 Juli 2026 | 14:11 WIB
News

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18 Juli 2026 | 12:37 WIB
News

ILAJ Resmi Surati Presiden Prabowo, Ajukan Permohonan Pertimbangan Pemberian Abolisi atau Amnesti kepada Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 | 16:32 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2024 LENCANAGARUDA.COM

rotasi barak berita hari ini danau toba

No Result
View All Result
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Sport
  • Ekonomi
  • Wisata
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Tekno

© 2024 LENCANAGARUDA.COM

rotasi barak berita hari ini danau toba