LencanaGaruda
Jumat, 23 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Sport
  • Ekonomi
  • Wisata
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Tekno
LencanaGaruda
No Result
View All Result
LencanaGaruda
No Result
View All Result
  • News
  • Peristiwa
  • Regional
  • Nasional
  • Dunia
  • Bisnis
  • Seleb
  • Sport
  • Tekno
  • Wisata
Home News

Podcast di Tribun Medan, Ketua ILAJ Fawer Sihite: Ada “Hidden Something” yang Memicu Spekulasi Publik dalam Kasus Febrie Adriansyah

Redaksi by Redaksi
23/07/2026
in News

JAKARTA – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, menilai penanganan perkara mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, telah memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat karena konstruksi perkara dinilai belum dipahami secara utuh oleh publik.

Pernyataan tersebut disampaikan Fawer saat menjadi narasumber dalam Podcast “Jumpa Tengah” Tribun Medan bersama Pemimpin Redaksi Harian Tribun Medan dan TribunMedan.com, Iin Solihin, yang membahas dinamika penegakan hukum nasional dan dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat.

Dalam dialog tersebut, Fawer mengungkapkan bahwa berkembangnya berbagai asumsi di ruang publik telah melahirkan dugaan-dugaan yang menurutnya perlu dijawab melalui proses hukum yang transparan.

“Kalau kita lihat dari asumsi ini semua, Bang, pada akhirnya pertanyaannya ini ada hidden something. Sepertinya ada sesuatu yang kemudian disembunyikan. Kemudian muncul spekulasi kalau Febrie ini nanti akan jadi Jaksa Agung dan pada akhirnya harus dihabisi, harus dijegal,” ujar Fawer dalam Podcast Jumpa Tengah Tribun Medan.

Menurut Fawer, pernyataan tersebut merupakan refleksi atas berbagai persepsi yang berkembang di masyarakat, bukan kesimpulan mengenai fakta hukum. Ia menilai bahwa ketika informasi mengenai dasar-dasar penanganan suatu perkara belum dipahami secara utuh oleh publik, ruang spekulasi akan semakin besar.

Fawer menegaskan bahwa justru karena perkara ini mendapat perhatian nasional, aparat penegak hukum perlu mengedepankan keterbukaan agar masyarakat memperoleh penjelasan yang utuh mengenai konstruksi perkara, alat bukti, dan dasar hukum setiap tindakan yang diambil.

Ia menilai, transparansi merupakan cara terbaik untuk menghentikan berbagai asumsi yang berkembang.

“Kalau Pak Febrie memang bersalah, silakan ditegakkan hukum setegak-tegaknya. Tetapi seluruh proses harus transparan sehingga masyarakat mengetahui dasar setiap tindakan hukum yang diambil,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Fawer juga mengingatkan bahwa penegakan hukum tidak boleh kehilangan orientasi terhadap prinsip negara hukum.

Menurutnya, proses hukum harus mampu memberikan kepastian, baik ketika seseorang terbukti bersalah maupun ketika hasil penyelidikan menunjukkan sebaliknya.

“Kalau memang bersalah, silakan dihukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tetapi ketika setelah diselidiki ternyata tidak ditemukan keterlibatan, maka berikan juga hak-haknya. Situasi ini harus dibuat terang sehingga masyarakat memperoleh kepastian hukum,” ujarnya.

Fawer menambahkan bahwa asas praduga tidak bersalah (presumption of innocence) harus tetap dijunjung tinggi selama proses hukum berlangsung.

“Kalau belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, asas praduga tak bersalah harus tetap dikedepankan. Kalau memang bersalah silakan dihukum. Kalau tidak bersalah, jangan dihukum,” katanya.

Di akhir dialog, Ketua ILAJ berharap seluruh proses penanganan perkara dapat berlangsung secara profesional, objektif, dan akuntabel sehingga mampu menghilangkan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Menurutnya, keterbukaan proses hukum merupakan kunci agar tidak muncul lagi persepsi adanya “hidden something” dalam perkara yang menjadi perhatian nasional tersebut. (TIM)

ShareTweetSendSharePin

Berita Terkini

Regional

Peringatan Hari Santri di Simalungun, Pendidikan Moral dan Literasi Keuangan Jadi Sorotan

22 Oktober 2026 | 20:06 WIB
Regional

Bantu Warga Hadapi Harga Pangan, Pemkab Simalungun Gelar Gerakan Pangan Murah

22 Oktober 2026 | 19:53 WIB
Regional

Komputer Terbatas, SMAN 1 Pematangsiantar Atur 428 Siswa Ikuti TKA 2026 Bergelombang

22 Oktober 2026 | 18:06 WIB
Hukrim

Residivis Narkoba dan Rekannya Diamankan di Siantar, Sabu Disembunyikan dalam Tisu

22 Oktober 2026 | 09:45 WIB
Regional

156 Peserta Ramaikan Festival Qasidah Pematangsiantar, Ini Target Pemko

22 Oktober 2026 | 07:54 WIB
Regional

Bupati Simalungun Gandeng Kajati Sumut, Perkuat Pencegahan Pelanggaran Hukum

22 Oktober 2026 | 07:37 WIB
Regional

Kabut Asap Sempat Selimuti Siantar, Kasus ISPA Belum Naik, Dinkes Imbau Warga Tetap Waspada

21 Oktober 2026 | 17:35 WIB
Hukrim

Tak Punya Identitas, Pria 65 Tahun Ditemukan Meninggal di Hinalang Simalungun

21 Oktober 2026 | 15:32 WIB
Hukrim

Sewa Avanza Berujung Laporan Polisi, Ziw Agriva Simatupang Ditangkap di Tebing Tinggi

21 Oktober 2026 | 12:03 WIB
Peristiwa

Tembok MAN Pematangsiantar Roboh Dini Hari, Perbaikan Permanen Masih Menunggu Kanwil Kemenag

21 Oktober 2026 | 11:43 WIB
Hukrim

Gerebek Rumah di Sinaksak, Polres Simalungun Temukan 17 Paket Sabu, Satu Orang Jadi Tersangka

20 Oktober 2026 | 23:59 WIB
Regional

KI Sumut Award 2026: Pematangsiantar Peringkat Ketiga, Standar Informatif Naik Jadi 90

20 Oktober 2026 | 23:47 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2024 LENCANAGARUDA.COM

rotasi barak berita hari ini danau toba

No Result
View All Result
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Sport
  • Ekonomi
  • Wisata
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Tekno

© 2024 LENCANAGARUDA.COM

rotasi barak berita hari ini danau toba