Simalungun, Lencanagaruda.com-Peringatan Hari Santri Nasional ke-12 Tahun 2026 di Kabupaten Simalungun menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan agama, penguasaan teknologi, serta membentengi generasi muda dari pengaruh negatif media sosial dan penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” itu digelar di halaman Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Kamis (22/10/2026).
Upacara dipimpin Sekretaris Daerah Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, mewakili Bupati, sekaligus dirangkaikan dengan Bulan Inklusi Keuangan 2026.
Dalam sambutan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang dibacakan Mixnon, ditegaskan bahwa santri memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa. Santri diharapkan tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta mampu menjawab persoalan masyarakat.
“Bangsa yang kuat membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga jujur, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” demikian pesan Menteri Agama.
Menteri Agama juga menekankan tiga fungsi pesantren, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiganya dinilai penting untuk melahirkan generasi berakhlak sekaligus mendorong kemandirian menuju Indonesia Emas 2045.
Sekda Mixnon Andreas Simamora turut mengingatkan para santri agar tidak mengabaikan akhlak di tengah perkembangan teknologi.
“Penuhilah diri dengan ilmu dan teknologi, namun jangan lupakan akhlak serta nilai-nilai agama, karena hal itu menjadi modal utama untuk membangun negeri ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Simalungun, Sugiarto, mengapresiasi pelaksanaan Hari Santri dan berharap santri, ulama, serta tokoh agama berkontribusi mengatasi persoalan moral generasi muda, khususnya dampak negatif media sosial dan penyalahgunaan narkoba.
Ia juga mendorong dukungan terhadap program Asta Cita Presiden RI agar pembangunan menuju Indonesia Emas dapat berjalan dengan semangat kemandirian.
Dorong Literasi Keuangan Syariah
Selain peringatan Hari Santri, kegiatan tersebut diisi sosialisasi inklusi keuangan. Perwakilan OJK Provinsi Sumatera Utara, Edi Gunawan, mengapresiasi upaya Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Simalungun dalam memperluas literasi dan akses keuangan masyarakat, termasuk layanan keuangan syariah.
Edi memaparkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, yang mencatat indeks literasi keuangan nasional sebesar 69,57 persen dan inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami manfaat, risiko, karakteristik, serta cara menggunakan produk keuangan syariah secara tepat. Karena itu, sinergi OJK, pemerintah daerah, perbankan, dan pemangku kepentingan dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.
Rangkaian kegiatan juga diisi penyerahan tabungan simpanan pelajar, bantuan tali asih kepada santri, pengundian hadiah, serta penampilan santri. Acara dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Pemkab Simalungun, perbankan, dan pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Simalungun.
Melalui peringatan ini, penguatan karakter santri diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan dan literasi keuangan, sehingga generasi muda Simalungun mampu berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. ( Herry Sinaga )
