Simalungun, Lencanagaruda.com – Sejumlah kejadian di berbagai daerah yang membuat siswa penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) diduga mengalami keracunan menu makanan menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua maupun pihak sekolah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius, termasuk di Kabupaten Simalungun. Pengawasan terhadap proses penyediaan hingga pembagian makanan MBG terus diperkuat guna memastikan makanan yang diterima siswa aman dan layak konsumsi.
Koordinator Wilayah Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Simalungun, Debora Purba, mengatakan pihaknya melakukan pemantauan secara ketat, khususnya saat proses pengisian dan pemorsian makanan.
“Pada saat melakukan pengisian menu pemorsian makanan, kita tetap pantau betul-betul agar porsi makanan yang diberikan sesuai,” kata Debora saat dikonfirmasi, Senin(21/9/2026).
Selain memastikan proses pemorsian berjalan sesuai ketentuan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan mitra penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama terkait pengadaan bahan baku makanan.
Menurutnya, kualitas bahan baku menjadi salah satu hal yang harus mendapat perhatian agar makanan yang disajikan kepada para siswa tetap terjamin keamanannya.
“Kita koordinasi dengan mitra untuk pembelanjaan bahan baku SPPG, supaya bahan yang digunakan berkualitas,” ujarnya.
Debora menambahkan, Satgas MBG bersama SPPG dan para mitra terus mencari langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut.
“Kami Satgas berkoordinasi dengan SPPG dan mitra, mencari cara agar betul-betul diperhatikan keamanannya,” katanya.
Pengawasan tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pihak sekolah dan orang tua, sekaligus memastikan pelaksanaan program MBG di Kabupaten Simalungun berjalan dengan memperhatikan kualitas serta keamanan makanan yang diberikan kepada siswa. ( Herry Sinaga )
