Medan, Lencanagaruda.com – Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Meski erupsi dan sebaran abu vulkanik terjadi sejak Senin (31/08/2026), operasional kereta api di wilayah Sumatera Utara hingga Rabu (2/09/2026) masih berlangsung normal.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memastikan kondisi jalur rel, stasiun, serta jarak pandang masinis masih berada dalam kondisi aman untuk mendukung perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan pemeriksaan terhadap prasarana perkeretaapian langsung dilakukan setelah aktivitas Gunung Sinabung kembali meningkat.
Menurutnya, pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan abu vulkanik memengaruhi jalur kereta maupun jarak pandang masinis saat perjalanan.
“Pasca-erupsi Gunung Sinabung, kami langsung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah prasarana jalan rel. Koordinasi dengan para masinis di lintas terkait juga terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan jarak pandang akibat abu vulkanik,” ujar Anwar, Rabu (2/09/2026).
Aktivitas Gunung Sinabung diketahui mengalami peningkatan sejak Senin. Pada pukul 12.00 WIB, erupsi menghasilkan kolom abu vulkanik yang mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak gunung atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut.
Erupsi vulkanik kembali terpantau pada Rabu dini hari. Mulai pukul 02.00 WIB, terjadi semburan abu secara menerus dengan ketinggian sekitar 1.000 meter. Selain itu, Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Sinabung juga merekam empat kali gempa vulkanik.
Seiring peningkatan aktivitas tersebut, status Gunung Sinabung dilaporkan naik dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga.
Dampak erupsi bahkan sempat dirasakan terhadap aktivitas penerbangan. Sebaran abu vulkanik menyebabkan sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu mengalami pembatalan.
Namun, kondisi tersebut sejauh ini belum berdampak terhadap perjalanan kereta api di wilayah kerja KAI Divre I Sumatera Utara.
Anwar memastikan sebaran abu vulkanik tidak mengenai kawasan stasiun maupun jalur operasional kereta api yang dikelola KAI Divre I Sumatera Utara.
“Jarak pandang masinis di seluruh lintas operasional masih dalam batas aman. Setiap hari KAI Divre I Sumatera Utara mengoperasikan 20 perjalanan kereta api penumpang dan seluruhnya sampai saat ini berjalan normal serta aman,” katanya.
KAI Divre I Sumatera Utara juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lintasan dan perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.
Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan koordinasi bersama instansi terkait.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap potensi gangguan dapat segera diantisipasi.
“Kami mengimbau pelanggan tetap tenang dan tidak khawatir. Keselamatan perjalanan kereta api dan kenyamanan pelanggan menjadi prioritas utama. Kami akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dan siap mengambil langkah proaktif apabila kondisi di lapangan berubah,” pungkas Anwar. ( Herry Sinaga )
