Simalungun, Lencanagaruda.com – Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Perdagangan, Kabupaten Simalungun, mulai didorong untuk tidak sekadar bertahan menjalankan usaha, tetapi mampu berkembang dan memiliki daya saing lebih kuat.
Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan “UMKM Naik Kelas” yang digelar di Velocity Muscle, Jalan Veteran Ujung, tepat di samping Kantor Camat Bandar, Perdagangan, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan ini dihadiri Pembina UMKM Simalungun, Rospita Purba, bersama Ketua Perempuan UMKM Marsada, Erni Frida Simanjuntak. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk saling memperkenalkan produk, berbagi pengalaman sekaligus menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam mengembangkan bisnis.
Tidak hanya pelaku usaha kuliner, kegiatan itu juga mempertemukan UMKM dari berbagai sektor. Di antaranya Widya Liska selaku Owner Velocity Muscle, Bengkel Akhai Motor Perdagangan, dua pelaku franchise Lim Kok Tong Perdagangan, Malini Maliq dari Zayan Smoothies, Mama AA dan Dedew yang bergerak di bidang kerajinan serta usaha homemade, Wahyu sebagai peternak, Iman Novic dengan usaha Manov Parfum, Cholik sebagai fotografer sekaligus penyedia jasa drone, serta Iqbal Prasetyo yang mengembangkan usaha pertanian buah dan sayuran.
Sejumlah pelaku usaha lainnya juga turut hadir, seperti Warung Diana Mlehoy, Sate Obama, Bakulan Si Ndoro dan pelaku UMKM lainnya.
Bukan Sekadar Pertemuan
Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan antar-pelaku usaha. Penguatan kapasitas, pemasaran, kualitas produk, branding hingga pemanfaatan teknologi menjadi sejumlah aspek yang dinilai penting agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.
Rospita Purba mengatakan, pelaku UMKM membutuhkan ruang untuk membangun komunikasi dan jaringan agar berbagai potensi usaha yang dimiliki dapat dikembangkan bersama.
“UMKM harus terus berkembang dan naik kelas. Kita ingin pelaku UMKM tidak berjalan sendiri, tetapi mendapatkan ruang untuk berdiskusi, membangun jaringan, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas pemasaran. Potensi yang ada harus kita dorong agar semakin berkembang dan mampu memberikan dampak bagi ekonomi masyarakat,” ujar Rospita.
Menurutnya, keberadaan UMKM memiliki posisi penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, inovasi dan peningkatan kualitas usaha perlu menjadi perhatian para pelaku UMKM.
Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi
Sementara itu, Erni Frida Simanjuntak menyoroti besarnya potensi perempuan dalam mengembangkan usaha. Menurutnya, banyak perempuan memiliki keterampilan dan kreativitas yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan sekaligus menopang perekonomian keluarga.
“Kami dari Perempuan UMKM Marsada ingin terus membangun semangat kebersamaan. Para pelaku UMKM, khususnya perempuan, harus berani mengembangkan usahanya, memperkuat produk dan memperluas jaringan. Dengan kebersamaan, kita berharap UMKM bisa benar-benar naik kelas dan semakin mandiri,” katanya.
Ia berharap komunikasi antar-pelaku UMKM tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Sebaliknya, jaringan tersebut dapat berkembang menjadi kolaborasi yang membuka akses pasar dan peluang usaha baru.
Pelaku Usaha Sambut Positif
Widya Liska, Owner Velocity Muscle sekaligus tuan rumah kegiatan, menyambut baik pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, pertemuan langsung antara pelaku usaha dengan pembina maupun organisasi UMKM memberikan manfaat tersendiri. Selain menambah wawasan, pelaku usaha juga berkesempatan mengenal produk dan potensi usaha lainnya.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Bagi pelaku UMKM, kesempatan bertemu dan berdiskusi langsung sangat berarti. Kami bisa saling mengenal usaha masing-masing, bertukar pengalaman dan membangun jaringan. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga UMKM di Perdagangan semakin maju,” ujar Widya.
Keberagaman bidang usaha yang hadir dalam pertemuan tersebut menunjukkan bahwa potensi ekonomi masyarakat di Perdagangan cukup beragam. Mulai dari olahraga, otomotif, kuliner, kerajinan, peternakan, pertanian, parfum hingga jasa fotografi dan drone.
Ke depan, para pelaku UMKM diharapkan mampu memanfaatkan jejaring tersebut untuk menciptakan kerja sama, memperkuat identitas produk, meningkatkan kualitas pelayanan dan memanfaatkan pemasaran digital.
Program “UMKM Naik Kelas” pun diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi terbentuknya ekosistem usaha yang lebih kuat di Perdagangan dan Kabupaten Simalungun.
Bukan hanya meningkatkan omzet, UMKM juga dituntut semakin profesional dalam mengelola usaha, berani berinovasi dan mampu membaca peluang pasar.
Dengan kolaborasi antara pelaku usaha, pembina dan organisasi UMKM, geliat usaha masyarakat diharapkan tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah, tetapi juga meningkat dari sisi kualitas dan daya saing. ( Herry Sinaga )
