Pematangsiantar, Lencanagaruda.com – Kualitas pekerjaan pemeliharaan bangunan gedung di lingkungan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pematangsiantar menjadi sorotan.
Pasalnya, berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah bagian tembok yang telah dicat terlihat mulai mengelupas.
Lapisan cat juga tampak tipis sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan yang dikerjakan.
Sorotan semakin mengemuka karena pekerjaan tersebut tercantum dalam papan informasi proyek dengan nilai anggaran mencapai Rp99.977.800, bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026.
Dalam papan informasi disebutkan, pekerjaan bernama “Belanja Pemeliharaan Bangunan Gedung-Bangunan Gedung Tempat Kerja-Bangunan Gedung Kantor” tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 60 hari kalender.
Penyedia jasa tercantum atas nama Ahmad Affandi (Direktur CV. Putra Bintang Perdana).
Selain persoalan cat, bagian ornamen pada bangunan juga menjadi perhatian. Dari hasil pantauan, sejumlah bagian yang semestinya menjadi elemen pendukung tampilan bangunan dinilai dikerjakan dengan hasil yang terkesan kurang rapi dan belum maksimal.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik: apakah hasil pekerjaan sudah sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar kualitas yang ditetapkan dalam kontrak?
Seorang oknum ASN yang enggan disebutkan namanya menyayangkan hasil pekerjaan tersebut. Menurutnya, dengan anggaran hampir Rp100 juta, hasil pekerjaan seharusnya dapat terlihat lebih baik dan tahan lama.
“Sayang sekali, masa anggarannya hampir seratus juta, seperti ini hasilnya. Paling-paling habis berapa lah itu,” ujarnya.
Ia berharap pekerjaan yang menggunakan uang negara tersebut tidak hanya mengejar penyelesaian secara administratif, tetapi juga memperhatikan mutu dan ketahanan hasil pekerjaan.
“Kalau baru dikerjakan sudah mengelupas, tentu wajar kalau dipertanyakan kualitasnya. Apalagi ini menggunakan APBD,” katanya, Jumat(11/9/2026).
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pematangsiantar Timbul Hamonangan Simanjuntak, saat dikonfirmasi terkait kondisi pekerjaan tersebut belum memberikan tanggapan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan dari pihak BKPSDM maupun penyedia jasa mengenai penyebab cat mengelupas, kualitas pekerjaan, serta apakah hasil pekerjaan tersebut telah diperiksa dan dinyatakan sesuai spesifikasi.
Persoalan ini pun menjadi penting untuk mendapat penjelasan terbuka, mengingat anggaran yang digunakan merupakan uang rakyat melalui APBD Kota Pematangsiantar. ( Herry Sinaga )
