Simalungun, Lencanagaruda.com – Persoalan banjir yang berulang di kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, mulai mendapat penanganan lebih serius dari pemerintah daerah.
Bukan hanya datang ketika air meluap, Pemerintah Kabupaten Simalungun kini mulai memetakan sumber persoalan yang dinilai menjadi pemicu genangan. Salah satunya kondisi aliran Sungai Bah Sikkam yang ditemukan mengalami penyempitan di sejumlah titik.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Budiman Silalahi, turun langsung meninjau kawasan tersebut . Ia didampingi Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar.
Peninjauan dilakukan dengan menyusuri sejumlah lokasi yang selama ini rawan terdampak banjir. Tim memeriksa kawasan Jembatan Bandar Selamat, titik longsor di sekitar SD Muhammadiyah dan Masjid Taqwa Nagori Bandar Selamat, hingga bantaran Sungai Bah Sikkam di Pasar Bawah Serbelawan.
Dari peninjauan tersebut, pemerintah menemukan persoalan yang perlu segera ditangani. Selain badan sungai yang menyempit, beberapa bagian tanggul juga diketahui mengalami kerusakan hingga jebol.
Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat kemampuan sungai mengalirkan debit air menurun, terutama ketika hujan deras mengguyur wilayah hulu.
Pintu Air Bahbolon Kembali Diaktifkan
Di tengah upaya mengurangi risiko banjir, Pemkab Simalungun sebelumnya telah mengaktifkan kembali pintu air Bahbolon di Nagori Dolok Ilir I.
Budiman mengatakan langkah tersebut mulai menunjukkan dampak terhadap kelancaran aliran air ketika hujan deras kembali terjadi.
“Sejak pintu air dibuka, saat terjadi beberapa kali hujan deras, aliran air sudah berjalan jauh lebih lancar dan terkendali,” ujar Budiman, Sabtu (5/09/2026).
Namun, menurutnya, persoalan banjir tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengatur pintu air. Kondisi fisik sungai dan tanggul juga harus dibenahi.
Karena itu, tim perencana turut dibawa dalam peninjauan lapangan untuk mengidentifikasi kondisi sungai sekaligus menentukan bentuk penanganan yang paling tepat.
“Kita temukan beberapa lokasi yang mengalami penyempitan saluran air. Secara teknis, tim perencana sudah kami bawa ke lokasi untuk meneliti dan menentukan solusi terbaik yang akan diterapkan,” katanya.
Pemkab Simalungun mengarahkan penanganan pada dua pekerjaan utama, yakni normalisasi alur Sungai Bah Sikkam serta pembenahan tanggul yang rusak.
Normalisasi diharapkan dapat mengembalikan kapasitas aliran sungai, sementara perbaikan tanggul diperlukan untuk mencegah air meluber ke kawasan permukiman warga ketika debit meningkat.
“Selain pekerjaan normalisasi, kita juga melihat adanya tembok tanggul di beberapa bagian yang sudah jebol dan rusak parah. Hal ini akan segera kami koordinasikan agar mendapatkan penanganan yang tepat dan berkelanjutan,” kata Budiman.
Persoalan sampah juga menjadi perhatian. Saat meninjau lokasi, masih ditemukan sampah yang berpotensi menghambat aliran air.
Budiman meminta masyarakat tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Menurutnya, persoalan kebersihan lingkungan harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur pengendali banjir.
Warga Pasar Bawah Serbelawan, Dolin, menyambut baik langkah pemerintah yang turun langsung melihat kondisi sungai dan kawasan permukiman.
Ia berharap rencana normalisasi dan perbaikan tanggul tidak berhenti pada tahap pemetaan, tetapi segera direalisasikan.
“Kami sangat berharap pemerintah terus melakukan penanganan sungai dan tanggul secara berkelanjutan. Kalau sudah tertata baik, kami yang tinggal di sini pasti akan merasa jauh lebih aman dan tenang,” ujar Dolin.
Bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir, pembenahan sungai menjadi kebutuhan mendesak. Hujan deras kerap menimbulkan kekhawatiran karena kondisi sungai dan tanggul belum sepenuhnya mampu mengantisipasi peningkatan debit air.
Selain penanganan infrastruktur, Pemkab Simalungun juga memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
Dinas Sosial Kabupaten Simalungun menyalurkan bantuan sembako untuk meringankan beban masyarakat Pasar Bawah Serbelawan yang terdampak banjir.
Pemkab Simalungun menyatakan penanganan banjir akan dilakukan secara bertahap dan melibatkan sejumlah perangkat daerah. Pemerintah juga mengharapkan keterlibatan masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan sungai dan lingkungan.
Dengan normalisasi sungai, perbaikan tanggul, pengelolaan aliran air serta dukungan masyarakat, pemerintah berharap persoalan banjir yang selama ini menghantui warga Pasar Bawah Serbelawan dapat ditekan dan tidak terus berulang setiap kali hujan deras melanda. ( Herry Sinaga )
