Pematangsiantar — Majelis Taklim Silaturahmi Kota Pematangsiantar resmi memiliki kepengurusan periode 2026–2031. Pengukuhan tersebut dirangkai dengan penyerahan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) kepada 150 majelis taklim serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Kegiatan berlangsung di GOR Lantai 4 Suzuya Merdeka Mall, Jalan Merdeka, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur, Selasa (25/8/2026).
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi diwakili Wakil Wali Kota Herlina. Dalam sambutannya, Herlina mengucapkan selamat kepada Ketua Majelis Taklim Silaturahmi, Hj Nita Maulida Damanik, beserta jajaran yang baru dilantik.
Pemko Pematangsiantar, katanya, siap membangun kolaborasi dengan majelis taklim, khususnya dalam pembinaan umat dan kegiatan sosial.
“Kami berharap pengurus kompak dan terus berkolaborasi dengan Pemko. Lembaga keagamaan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pemahaman agama sekaligus memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial,” ujar Herlina.
Herlina juga menyoroti persoalan narkoba dan HIV/AIDS yang dinilai menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Ia mendorong majelis taklim dan remaja masjid memperbanyak kegiatan keagamaan yang positif.
“Kita harus bereskan generasi muda agar terhindar dari HIV/AIDS dan narkoba. Remaja harus mendapatkan tuntunan agar bisa berkontribusi positif bagi bangsa dan negara,” katanya.
Ketua Majelis Taklim Silaturahmi Pematangsiantar, Nita Maulida Damanik, mengajak seluruh pengurus menjaga kekompakan dan tidak sekadar mengandalkan jumlah anggota.
“Kita harus mampu menghadirkan program kerja yang langsung menyentuh masyarakat. Sebelum dilantik, kami juga sudah melakukan kegiatan donasi saat terjadi bencana alam,” ungkap Nita.
Ia berharap ke depan Majelis Taklim Silaturahmi dapat semakin aktif berkolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan dan ormas Islam di Kota Pematangsiantar.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Dr H Sugiat Santoso menilai keberadaan majelis taklim merupakan kekuatan besar dalam membangun dakwah sekaligus menghadapi persoalan sosial, terutama narkotika.
“Salah satu kekuatan untuk perang melawan narkotika adalah emak-emak. Di sejumlah daerah, mereka berani melawan peredaran narkoba secara terang-terangan. Ini bagian dari dakwah yang konkret,” tegas Sugiat.
Ia bahkan menyebut akan mendorong deklarasi perang terhadap narkotika di seluruh Kota Pematangsiantar.
Plt Kakan Kemenag Pematangsiantar H Tarmudzi menegaskan, pemberian SKT bukan sekadar kegiatan administratif maupun seremonial, tetapi menjadi dasar penguatan kelembagaan majelis taklim.
“Dengan legalitas yang jelas, pembinaan keagamaan dapat dilakukan lebih terarah dan bertanggung jawab. Jadikan SKT ini sebagai langkah awal untuk memajukan umat dan masyarakat,” ujar Tarmudzi.
Ia juga mengingatkan agar perbedaan tidak menjadi penghalang persaudaraan.
“Mari saling menghormati dan menjaga Ukhuwah Islamiyah. Majelis taklim bukan hanya tempat menambah ilmu agama, tetapi juga ruang mempererat silaturahmi,” katanya.
Acara turut diisi ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW oleh tiga penyuluh agama Islam Kemenag Pematangsiantar, penyerahan tali asih, Gema Wahyu Ilahi, serta penampilan nasyid dan hadroh.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya anggota DPRD Sumut Gusmiyadi dan Dr H Hefriansyah Noor , Kakanwil Kemenag Sumut H Ahmad Qosbi , Kepala KPw BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman, Kepala Bank Sumut Syariah Pematangsiantar Syufri Ananda Putra Lubis, serta sejumlah pimpinan organisasi Islam dan majelis taklim dari Pematangsiantar, Simalungun, Tanjungbalai dan daerah lainnya. ( Herry Sinaga )
