Pematangsiantar – Harga sejumlah komoditas bumbu dapur di pasar tradisional Kota Pematangsiantar kembali membuat warga harus merogoh kocek lebih dalam.Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai. Di Pasar Dwikora, harga cabai rawit sudah berada di kisaran Rp70.000 hingga Rp72.000 per kilogram.
Pedagang pengecer, Ririn Nainggolan, mengatakan kenaikan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, cabai rawit masih dijual sekitar Rp60.000 hingga Rp64.000 per kilogram.
“Sekarang sudah Rp70.000 sampai Rp72.000 per kilogram,” kata Ririn saat ditemui di Pasar Dwikora, Rabu (19/8/2026).
Bukan hanya cabai rawit yang mengalami lonjakan. Cabai merah naik tajam dari sekitar Rp28.000–Rp30.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Sementara cabai hijau yang sebelumnya Rp24.000 kini mencapai Rp32.000 per kilogram.
Kondisi tersebut membuat pedagang dan pembeli sama-sama mengeluhkan tipisnya pasokan di pasar.
Ririn menyebut, berkurangnya pasokan tidak terlepas dari aktivitas panen yang terganggu setelah libur panjang momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menurutnya, sebagian petani dan buruh angkut memilih beristirahat setelah rangkaian aktivitas 17 Agustus. Kondisi itu berdampak langsung terhadap jumlah komoditas yang masuk ke pasar.
“Petani dan buruh angkut banyak yang libur memanen setelah 17 Agustus, sehingga pasokan ke pasar menipis,” ujarnya.
Persoalan pasokan semakin berat ketika kondisi cuaca tidak bersahabat. Hujan yang turun terus-menerus disebut dapat menghambat proses panen sehingga distribusi cabai ke pasar ikut tersendat.
“Kalau hujan terus-menerus, proses panen terhenti. Pasokan berkurang dan harga otomatis naik,” jelasnya.
Tekanan harga tidak hanya terjadi pada kelompok cabai. Komoditas bawang merah juga mengalami kenaikan.
Pedagang lainnya, Enjel, mengatakan harga bawang merah kini berada di angka Rp25.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp18.000 hingga Rp20.000.
Namun, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Harga bawang putih masih relatif stabil di kisaran Rp32.000 per kilogram.
Di tengah kenaikan harga sejumlah bumbu dapur, tomat justru menjadi komoditas yang memberikan sedikit ruang bagi konsumen.
Harga tomat turun cukup tajam, dari sebelumnya Rp15.000 menjadi Rp8.000 per kilogram.
Pergerakan harga yang berbeda-beda ini menunjukkan kondisi pasokan komoditas di pasar masih sangat dipengaruhi oleh musim, cuaca dan kelancaran distribusi dari sentra produksi.
Bagi masyarakat, kenaikan cabai dan bawang merah tentu bukan sekadar angka di lapak pedagang. Komoditas tersebut merupakan kebutuhan sehari-hari yang sulit dihindari, sehingga setiap kenaikan harga langsung terasa pada pengeluaran rumah tangga.
Jika pasokan belum kembali normal, harga cabai dikhawatirkan masih berpotensi bertahan tinggi dalam beberapa hari ke depan. ( Herry Sinaga )
