Pematangsiantar – Rahayu resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pematangsiantar periode 2026-2029. Dalam konferensi yang digelar di Hotel Batavia, Rahayu menang telak setelah meraih 16 suara, sementara rivalnya, Agus Siahaan, memperoleh 2 suara, Jumat (14/8/2026)
Hasil tersebut sekaligus menempatkan Rahayu sebagai nahkoda baru organisasi wartawan tertua di Indonesia itu untuk tiga tahun ke depan.
Proses pemilihan berlangsung demokratis, tertib dan kondusif. Konferensi turut dihadiri perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Pematangsiantar serta sejumlah pimpinan organisasi wartawan di Kota Pematangsiantar.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Rahayu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota PWI yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
Ia menegaskan, kemenangan tersebut bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan menjadi awal dari tanggung jawab besar untuk membangun organisasi yang lebih solid, profesional dan mampu menjaga marwah pers.
“PWI Kota Pematangsiantar ke depannya harus menjadi rumah bagi seluruh wartawan. Mari kita ciptakan suasana yang guyub, rukun, dan saling mendukung satu sama lain demi kemajuan profesi serta menjaga marwah pers di kota yang kita cintai ini,” tegas Rahayu.
Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan peserta konferensi.
Rahayu juga mengajak seluruh anggota meninggalkan perbedaan selama proses pemilihan dan kembali bersatu untuk membangun organisasi. Menurutnya, kekuatan PWI tidak hanya ditentukan oleh ketua dan pengurus, tetapi juga oleh kekompakan seluruh anggota.
Ia berkomitmen mendorong peningkatan profesionalisme wartawan, memperkuat solidaritas internal serta memastikan PWI tetap menjadi organisasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan Kota Pematangsiantar.
Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Sumatera Utara, Farianda Putra Sinik, mengapresiasi jalannya konferensi yang dinilainya berlangsung tertib, demokratis dan penuh kekeluargaan.
Menurut Farianda, proses pergantian kepemimpinan merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
“Roda kepemimpinan yang baik di PWI Pematangsiantar ini harus terus berlanjut. Konferensi yang berjalan tertib ini membuktikan bahwa PWI adalah organisasi yang sehat, kondusif, dan selalu mengedepankan nilai kekeluargaan,” ujar Farianda.
Farianda berpesan agar Rahayu segera merangkul seluruh pihak, termasuk pihak yang sebelumnya berbeda pilihan, sehingga tidak ada lagi sekat setelah konferensi berakhir.
Ia juga mendorong kepengurusan baru untuk meningkatkan kompetensi wartawan, memperkuat kekompakan dan tetap berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik.
“Selamat bertugas untuk pengurus yang baru. Teruskan dan tingkatkan program-program hebat yang sudah berjalan, serta bawa PWI Pematangsiantar menjadi semakin bermartabat,” pesannya.
Dengan terpilihnya Rahayu, PWI Kota Pematangsiantar kini memasuki babak baru kepemimpinan periode 2026-2029. Tantangannya bukan hanya menjaga soliditas organisasi, tetapi juga meningkatkan kualitas wartawan serta memperkuat peran pers sebagai kontrol sosial di tengah perkembangan informasi yang semakin cepat. ( Herry Sinaga )
