Pematangsiantar – Musyawarah Cabang (Muscab) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Pematangsiantar-Kabupaten Simalungun berakhir tanpa persaingan. Rivay Nicholson Bakkara kembali dipercaya memimpin organisasi tersebut setelah ditetapkan secara aklamasi untuk periode 2026-2029.
Penetapan itu berlangsung dalam Muscab SMSI Siantar-Simalungun di Ruang Rapat Mini Bappeda Pemko Pematangsiantar, Jalan Merdeka, Senin (10/8/2026).
Tidak adanya calon lain yang maju membuat forum secara bulat menetapkan Rivay untuk kembali menjadi nahkoda SMSI Siantar-Simalungun. Kepercayaan tersebut sekaligus memperpanjang kepemimpinannya setelah menyelesaikan periode 2021-2026.
Muscab turut dihadiri Ketua SMSI Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Erris Julietta Napitupulu beserta jajaran pengurus.
Kehadiran pimpinan SMSI Sumut menjadi bagian penting dalam forum organisasi tersebut. Dalam sambutannya, Erris memberikan apresiasi kepada pengurus SMSI Siantar-Simalungun periode sebelumnya yang dinilai telah menjalankan roda organisasi dengan baik.
Memasuki periode baru, Erris meminta kepengurusan SMSI Siantar-Simalungun tidak berhenti pada pergantian struktur. Ia berharap organisasi semakin aktif membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai stakeholder.
“Semoga kerja sama SMSI Siantar-Simalungun dengan berbagai stakeholder semakin meningkat. Semoga pengurus yang terpilih bisa membawa SMSI semakin maju dan berintegritas,” ujar Erris.
Ketua Panitia Muscab, Rindu Marpaung, menyebut forum tersebut bukan sekadar agenda rutin pergantian kepemimpinan.
Menurutnya, Muscab merupakan kesempatan bagi seluruh anggota untuk kembali memperkuat kebersamaan sekaligus menentukan arah organisasi untuk tiga tahun mendatang.
“Muscab bukan hanya pergantian pemimpin, tapi momentum meningkatkan semangat kebersamaan dan menentukan arah organisasi ke depan,” kata Rindu.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga marwah SMSI sebagai organisasi yang menaungi perusahaan media siber.
Di tengah derasnya arus informasi digital, menurut Rindu, media memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ruang publik agar tetap sehat dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“SMSI bukan alat kekuasaan, tetapi penjaga ruang publik. Mari jadikan SMSI sebagai organisasi media yang semakin mandiri dan berkontribusi bagi kemajuan daerah,” tegasnya.
Rivay Nicholson Bakkara yang kembali mendapat mandat memimpin SMSI Siantar-Simalungun menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.
Baginya, jabatan ketua bukan sekadar posisi organisasi, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan bersama seluruh anggota.
Karena itu, Rivay mengajak seluruh jajaran SMSI Siantar-Simalungun meninggalkan sekat-sekat kepentingan dan memperkuat soliditas organisasi.
“Jabatan ini merupakan amanah. Mari kita semakin kompak dan solid membesarkan SMSI,” kata Rivay.
Terpilihnya kembali Rivay secara aklamasi menjadi awal baru bagi SMSI Siantar-Simalungun periode 2026-2029.
Tantangan di depan pun tidak ringan.
Perubahan cepat ekosistem media digital menuntut perusahaan pers untuk semakin profesional, sementara organisasi juga dituntut mampu menjaga integritas, memperkuat kemitraan dan tetap kritis dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
Kini, tongkat kepemimpinan kembali berada di tangan Rivay. Tiga tahun ke depan akan menjadi panggung untuk membuktikan sejauh mana mandat aklamasi tersebut mampu diterjemahkan menjadi kerja nyata bagi SMSI dan anggotanya. ( Herry Sinaga )
