Kabupaten Dairi – Kecamatan Pagagan Hilir kembali menjadi sorotan akibat kondisi jalan rusak yang dinilai membahayakan masyarakat. Kerusakan terjadi di sejumlah ruas jalan desa, kabupaten hingga provinsi yang selama ini dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS meminta Pemerintah Kabupaten Kabupaten Dairi dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera melakukan langkah konkret terhadap kerusakan jalan yang disebut sudah masuk kategori darurat infrastruktur.
“Ini bukan lagi sekadar jalan rusak biasa. Banyak masyarakat kesulitan membawa hasil panen, anak sekolah harus bertaruh keselamatan, bahkan akses darurat bisa terganggu. Pemerintah harus bergerak cepat,” ujar Fawer Sihite.
Menurutnya, masyarakat saat ini tidak membutuhkan janji, melainkan percepatan realisasi pembangunan jalan yang layak dan aman.
“Kami meminta pemerintah benar-benar hadir. Infrastruktur jalan adalah kebutuhan dasar rakyat,” tegasnya.
Menanggapi kritik tersebut, Bupati Kabupaten Dairi memberikan penjelasan terkait langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah untuk memperbaiki jalan rusak di wilayah Dairi.
“Ampuuuun…. Apa tidak mengikuti ‘kegigihan’ Bupati/Pemkab Dairi untuk memperbaiki ini?” ujar Bupati.
Ia menyebut anggaran perbaikan jalan telah berhasil diperjuangkan dan saat ini sudah berada di kas Pemerintah Kabupaten Dairi.
Menurutnya, proses teknis juga telah berjalan, termasuk penyusunan gambar kerja oleh konsultan terhadap sekitar 200 titik jalan rusak dan rusak berat di 15 kecamatan dengan total panjang lebih dari 140 kilometer.
“Sekarang sedang tahap proses tender. Minggu depan atau setidaknya sepanjang Mei ini kontraknya sudah ditandatangani dan langsung mulai dikerjakan,” katanya.
Bupati juga menargetkan pengerjaan jalan dapat dirampungkan sebelum 17 Agustus 2026.
“Berharap sebelum 17 Agustus 2026 sudah kita rapihkan. Jadi kenapa masih disebut ‘tutup mata’? Kami tidak mengenal hari libur agar pekerjaan ini lebih cepat selesai,” ucapnya.
Selain itu, Bupati mengajak masyarakat ikut bergotong royong sembari menunggu proses pembangunan berjalan.
“Hanya tinggal menunggu hari. Lebih baik ikut gotong royong sambil menunggu, seperti Desa Dolok Tolong dan desa-desa lain di Dairi,” tambahnya.
Di sisi lain, masyarakat berharap proses perbaikan yang disampaikan pemerintah benar-benar terealisasi sesuai target, mengingat kondisi jalan saat ini dinilai sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera.
RED
