SAMOSIR – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, meminta Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan jajaran kejaksaan agar mempertimbangkan penerbitan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) terhadap Kepala Dinas Sosial PMD Kabupaten Samosir, Fitri Agus Karo Karo.
Menurut Fawer, langkah tersebut perlu dipertimbangkan apabila dalam proses penanganan perkara tidak ditemukan cukup bukti atau unsur tindak pidana sebagaimana ketentuan hukum yang berlaku.
“Kalau memang alat bukti tidak cukup atau unsur pidananya tidak terpenuhi, kejaksaan punya kewenangan menerbitkan SKP2. Jangan sampai hukum dipaksakan,” ujar Fawer, Jumat (16/5/2026).
Fawer sebelumnya juga menyampaikan apresiasi kepada Jaksa Agung dan Satgas PKH atas komitmen dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia.
Namun di sisi lain, ia menilai perkara yang menjerat Fitri Agus Karo Karo masih menyisakan banyak tanda tanya di tengah masyarakat.
Ia menyoroti sejumlah kejanggalan dalam perkara tersebut, mulai dari status Fitri Agus Karo Karo yang disebut bukan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), hasil pemeriksaan BPK dan Inspektorat yang sebelumnya tidak menemukan persoalan, hingga dugaan kerugian negara yang dinilai simpang siur.
“Yang menjadi pertanyaan publik juga, ini tersangka tunggal. Kalau ada dugaan menerima uang, maka logikanya tentu ada pihak yang memberi,” katanya.
Selain itu, Fawer menilai penetapan tersangka tersebut memunculkan dugaan adanya aroma politik dan proses hukum yang terkesan dipaksakan.
“Jangan sampai penegakan hukum dicampuri kepentingan tertentu. Hukum harus objektif dan profesional,” tegasnya.
Karena itu, ILAJ meminta Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung RI turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap proses penanganan perkara oleh Kejaksaan Negeri Samosir.
Menurut Fawer, keberanian institusi hukum melakukan evaluasi dan koreksi terhadap suatu perkara justru akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.
“Hukum jangan dijadikan alat kekuasaan. Keadilan harus dirasakan semua pihak,” tutupnya.
RED
