Pematangsiantar – Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Sihite, angkat bicara terkait ricuhnya pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Ke-XIV DPD KNPI Pematangsiantar.
Fawer menilai kericuhan tersebut tidak terlepas dari dugaan intervensi kekuasaan yang dilakukan oleh Wesly Silalahi dalam proses pemilihan ketua KNPI.
“Musda KNPI seharusnya menjadi ruang pemersatu pemuda, bukan malah menjadi arena konflik akibat kepentingan politik tertentu,” ujar Fawer Sihite, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Fawer, pihaknya menduga adanya keberpihakan dari kepala daerah terhadap salah satu calon ketua KNPI demi menjaga pengaruh politik di kalangan pemuda Kota Pematangsiantar.
“Kami menduga ada calon tertentu yang harus dimenangkan untuk menjaga posisi dan pengaruh politik wali kota di kalangan pemuda. Kalau ini benar, tentu sangat disayangkan karena KNPI tidak boleh dijadikan alat kepentingan politik kekuasaan,” katanya.
Ia menyebut dugaan campur tangan tersebut telah memicu ketegangan antar organisasi kepemudaan (OKP) hingga menyebabkan forum Musda berlangsung ricuh.
“Akibat dugaan intervensi itu, persatuan pemuda menjadi rusak. Pemuda akhirnya terkotak-kotak karena kepentingan politik praktis,” ucapnya.
Fawer juga menilai seorang kepala daerah semestinya bersikap netral dan menjadi pengayom seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan.
“Kalau kepala daerah justru ikut cawe-cawe memenangkan calon tertentu, maka itu bentuk penyalahgunaan pengaruh kekuasaan,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, ILAJ meminta seluruh pihak mengevaluasi dugaan keterlibatan pejabat dalam dinamika KNPI Pematangsiantar. Bahkan, Fawer menyebut secara moral dan politik, Wesly Silalahi layak dimakzulkan apabila terbukti ikut memecah persatuan pemuda.
“Pemimpin yang menghadirkan konflik di tengah pemuda telah gagal menjaga marwah jabatannya. Jika terbukti terlibat memecah belah pemuda, maka secara moral beliau layak dimakzulkan,” katanya.
Di akhir keterangannya, Fawer mengimbau seluruh pemuda dan OKP di Pematangsiantar agar tetap menjaga kondusivitas serta tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan kelompok tertentu.
“KNPI adalah rumah besar pemuda. Jangan sampai organisasi ini dihancurkan oleh ambisi politik,” tutupnya.
RED
