Simalungun, Lencanagaruda.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun bersama Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) menggelar Festival Seni dan Qasidah Tingkat Kabupaten Simalungun 2026 di Aula Tuan Johan Garingging, Hotel Simalungun City, Pematang Raya, Sabtu (24/10/2026).
Festival yang berlangsung hingga 26 Oktober 2026 itu diikuti 256 peserta dari 29 kecamatan, terdiri atas 227 peserta laki-laki dan perempuan serta 29 orang petugas atau ofisial.
Pembukaan kegiatan dilakukan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Albert R Saragih, mewakili Bupati Simalungun, Dr H Anton Achmad Saragih.
Ketua panitia, Riando P Purba, mengatakan festival tersebut mempertandingkan tiga cabang, yakni Bintang Vokalis Gambus, Pop Islami, dan Qasidah Rebana Klasik. Perlombaan dibagi berdasarkan kelompok usia serta kategori putra dan putri.
Wakil Ketua DPD LASQI Sumatera Utara, Dr Tuah Sirait, mengapresiasi dukungan Pemkab Simalungun terhadap penyelenggaraan festival tersebut. Ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan talenta daerah yang berprestasi hingga tingkat provinsi.
“Islam memberikan warna indah melalui seni; bait-bait syair menjadi keindahan sekaligus motivasi. Simalungun menjadikan LASQI sebagai mitra untuk membangun mental generasi penerus,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutan Bupati yang dibacakan Albert R Saragih, disampaikan bahwa festival bukan sekadar ajang memperebutkan juara, melainkan wadah mengembangkan bakat, memperkuat persaudaraan, dan menyampaikan pesan kebaikan melalui seni Islami.
“Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, generasi muda membutuhkan kegiatan positif guna membangun karakter. Pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga membangun manusia menjadi generasi yang berakhlak, kreatif, saling menghormati, dan bangga atas seni serta budaya kita,” kata Albert membacakan sambutan Bupati.
Ia juga mendorong LASQI dan seluruh pemangku kepentingan agar pembinaan seni qasidah tidak berhenti pada kegiatan tahunan, tetapi diperluas melalui latihan dan pendampingan hingga tingkat kecamatan dan nagori.
“Kita ingin festival ini bukan hanya melahirkan juara di atas panggung, tetapi juga melahirkan generasi muda yang berakhlak dan menjadi teladan di masyarakat,” tegasnya.
Rangkaian pembukaan turut diisi pelantikan dewan hakim oleh Albert R Saragih melalui pemakaian toga, serta pembacaan baiat dewan juri oleh Kasubbag TU Kementerian Agama Kabupaten Simalungun, Dedi Kuswandi.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Pemkab Simalungun, pengurus LASQI, perwakilan Kementerian Agama dan Kementerian Haji dan Umrah, para camat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. ( Herry Sinaga )
