Simalungun, Lencanagaruda.com – Sekitar 400 warga memadati pasar murah di Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, kegiatan ini digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Simalungun, Pardomuan A. Sijabat, mengatakan Gerakan Pangan Murah diharapkan dapat memperlancar pasokan bahan pokok hingga tingkat kecamatan sekaligus membantu mengendalikan inflasi.
“Kita berharap Gerakan Pangan Murah ini memperlancar pasokan hingga ke tingkat kecamatan dan menjaga stabilitas harga. Apabila kegiatan ini dapat dilaksanakan di setiap kecamatan, tentu akan semakin membantu menekan laju inflasi serta memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga lebih murah,” ujar Pardomuan, Kamis (22/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp58.000, Minyakita Rp15.500 per liter, gula pasir Rp18.500 per kilogram, minyak goreng Fortune 800 mililiter Rp16.500, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta telur ayam Rp46.000 hingga Rp48.000 per papan.
Dari kegiatan itu, tercatat penyaluran beras SPHP sebanyak 431 sak, gula pasir 300 kilogram, Minyakita 1.452 liter, minyak goreng Fortune 381 kemasan, tepung terigu 145 kilogram, dan telur ayam ras 80 papan.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian RI, Saleh Mustafa, dalam arahannya secara virtual menegaskan pentingnya respons cepat pemerintah terhadap gejolak harga pangan serta optimalisasi bantuan pangan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi gerakan ini karena sangat membantu masyarakat. Namun, kita juga harus melihat kondisi riil bahwa daya beli masyarakat saat ini relatif rendah. Karena itu, bantuan pangan yang telah direncanakan Bapak Presiden perlu kita optimalkan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya secara merata,” kata Saleh.
Ia juga meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah apabila terjadi ketidakstabilan harga pangan di lapangan.
Melalui GPM ini, Pemkab Simalungun berharap masyarakat dapat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Pemerintah daerah juga mendorong agar kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak kecamatan guna memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga. ( Herry Sinaga )
