Pematangsiantar, Lencanagaruda.com – Balairung Rajawali di kawasan Pasar Parluasan, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, akan kembali dimanfaatkan.
Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) menyiapkan gedung tersebut sebagai offtaker yang akan menyediakan berbagai kebutuhan pokok.
Direktur Utama PD PHJ, Bolmen Silalahi, mengatakan konsep tersebut disiapkan setelah pihaknya mengevaluasi pengalaman sebelumnya. Balairung Rajawali pernah dimanfaatkan sebagai lokasi berdagang, namun aktivitas pedagang tidak bertahan karena kondisi pasar yang sepi.
Karena itu, kali ini PD PHJ memilih mengelola langsung aktivitas perdagangan di dalam gedung tersebut.
“Pedagangnya langsung dari kita. Karena kita sudah punya pengalaman, ketika kita masukkan pedagang, tidak ada yang betah karena sepi,” ujar Bolmen saat ditemui di sekitar Balairung Rajawali, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, persiapan saat ini masih berlangsung. PD PHJ menargetkan barang-barang kebutuhan pokok mulai masuk secara bertahap pada Oktober 2026.
Sejumlah komoditas yang akan disediakan meliputi beras, gula, minyak goreng dan telur. Tidak hanya itu, kebutuhan protein seperti ayam ras juga akan tersedia di lokasi tersebut.
“Ayam juga nanti ada. Kita sudah siapkan freezer besar untuk penyimpanan ayam,” kata Bolmen.
Kehadiran freezer berukuran besar tersebut menjadi salah satu sarana yang disiapkan PD PHJ untuk mendukung penyimpanan ayam sebelum dijual kepada konsumen.
Bolmen menegaskan, seluruh pembiayaan untuk menjalankan kegiatan tersebut berasal dari PD PHJ dan disesuaikan dengan kemampuan modal perusahaan.
“Sesuai kemampuan modal kita. Termasuk operasi pasar murah ayam ras hari ini, modalnya dari kita,” ujarnya.
Bidik Pegawai sebagai Pasar Awal
Selain masyarakat umum, PD PHJ juga akan memanfaatkan jumlah pegawainya sebagai salah satu pasar awal.
Bolmen menyebutkan, saat ini terdapat 238 pegawai yang bekerja di PD PHJ.
Menurutnya, apabila sebagian pegawai memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui Balairung Rajawali, hal itu dapat membantu meningkatkan perputaran usaha perusahaan.
“Kalau 150 orang saja yang belanja di sini, itu sudah menambah pendapatan kita,” katanya.
Ia menambahkan, pegawai PD PHJ juga memiliki fasilitas pembayaran melalui mekanisme potong gaji. Dengan demikian, pegawai dapat memperoleh kebutuhan tertentu dan pembayarannya dilakukan melalui pemotongan gaji sesuai ketentuan perusahaan.
Bolmen mengatakan rencana menjadikan Balairung Rajawali sebagai offtaker telah mendapat persetujuan dari Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi.
Konsep tersebut diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas di Balairung Rajawali sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi PD PHJ.
Jika persiapan berjalan sesuai rencana, barang kebutuhan pokok akan mulai masuk secara bertahap pada Oktober 2026. ( Herry Sinaga )
