Deli Serdang, Lencanagaruda.com – Pengguna jalan yang melintasi kawasan Pagar Jati, Jalan Pasar Melintang, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, diminta meningkatkan kewaspadaan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara tengah melakukan pekerjaan perbaikan jalur rel di kawasan tersebut.
Perbaikan dilakukan pada perlintasan sebidang yang berada di kilometer 31+065, tepatnya pada petak jalur antara Stasiun Lubuk Pakam dan Stasiun Perbaungan.
Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan prasarana perkeretaapian untuk menjaga kondisi jalur tetap andal dan aman digunakan dalam perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan pekerjaan tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat karena terdapat sejumlah tahapan teknis yang harus dilalui.
Menurutnya, proses dimulai dengan pembongkaran aspal di sekitar perlintasan. Setelah itu dilakukan perbaikan dan pelurusan geometri jalan rel, kemudian dilanjutkan dengan proses stabilisasi sebelum permukaan jalan kembali diaspal.
“Proses perbaikan geometri memerlukan waktu yang cukup panjang karena ada tahapan-tahapan yang harus dikerjakan,” ujar Anwar, Sabtu (5/09/2026).
Pekerjaan di lokasi tersebut telah dimulai sejak Rabu (2/09/2026), dengan area yang diperbaiki memiliki panjang sekitar 42 meter.
Tahap pembongkaran aspal dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (6/9) malam. Selanjutnya, proses pengangkatan dan pelurusan geometri rel direncanakan dilakukan pada Senin (7/9) dini hari.
Setelah pekerjaan utama selesai, KAI akan melakukan stabilisasi jalan rel. Pengaspalan kembali akan dilakukan sekitar satu minggu berikutnya dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Jika dihitung sejak pembongkaran hingga pengaspalan ulang dan proses stabilisasi, pekerjaan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu.
Aktivitas proyek di sekitar perlintasan tersebut berpotensi memengaruhi kelancaran arus kendaraan. KAI menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama pekerjaan berlangsung terjadi perlambatan lalu lintas.
Keberadaan material pekerjaan dan aktivitas pekerja juga menjadi perhatian bagi pengguna jalan.
Anwar meminta pengendara tidak mengabaikan kondisi tersebut ketika melintas.
“Masyarakat pengguna jalan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, karena di beberapa titik akan terdapat tumpukan material dan lalu lalang pekerja,” katanya.
Menurutnya, kehati-hatian diperlukan bukan hanya untuk menjaga keselamatan pengendara, tetapi juga pekerja yang berada di sekitar lokasi serta perjalanan kereta api.
Perbaikan fisik jalur rel ini juga menjadi bagian dari upaya KAI memperkuat aspek keselamatan di perlintasan sebidang.
Sejak 1 September 2026, KAI Divre I Sumatera Utara telah menempatkan 180 petugas penjaga perlintasan ekstra di 101 titik yang dinilai membutuhkan penguatan penjagaan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan di lapangan sekaligus menekan potensi terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang.
KAI menegaskan bahwa kondisi prasarana yang baik harus dibarengi dengan kepatuhan masyarakat terhadap aturan keselamatan.
Anwar mengingatkan pengendara agar tidak menerobos perlintasan ketika kereta api akan melintas.
“Selalu mematuhi rambu keselamatan, berhenti sejenak sebelum melintas, serta memastikan tidak ada kereta api yang akan lewat,” pesannya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas prasarana merupakan salah satu bentuk tanggung jawab KAI dalam menjaga keselamatan perjalanan. Namun, keselamatan di perlintasan sebidang juga sangat bergantung pada kedisiplinan pengguna jalan.
Karena itu, masyarakat yang melintasi perlintasan Pagar Jati selama masa pekerjaan diminta mengurangi kecepatan, memperhatikan kondisi sekitar, serta mengikuti rambu dan arahan petugas demi keselamatan bersama. ( Herry Sinaga )
