Simalungun – Kondisi dua kakak beradik asal Nagori Bahung Kahean, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, yang hidup dengan penyakit Duchenne Muscular Dystrophy (DMD), mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Simalungun.
Keduanya, Egi Syahrul Ramadhan (23) dan adiknya Muhammad Al Fajri (15), selama bertahun-tahun harus menjalani kehidupan dengan keterbatasan fisik akibat penyakit yang menyerang kekuatan otot tersebut.
Kabar mengenai kondisi kedua bersaudara itu kemudian mendapat respons dari Pemkab Simalungun. Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun menerjunkan tim medis untuk mendatangi langsung kediaman keluarga tersebut, Rabu (12/8/2026).
Kunjungan dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, dr. Debora Haloho. Tim datang untuk melihat secara langsung kondisi kesehatan Egi dan Al Fajri sekaligus memetakan kebutuhan pemeriksaan serta penanganan medis lanjutan.
Di hadapan kedua orang tua pasien, Mahadi dan Artini Damanik, tim medis melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan kedua anak tersebut.
Egi diketahui mulai menunjukkan gejala ketika masih duduk di kelas 6 sekolah dasar. Sementara Al Fajri mengalami gejala serupa sejak duduk di kelas 4 SD.
Keterbatasan ekonomi keluarga selama ini menjadi salah satu kendala bagi keduanya untuk memperoleh pemeriksaan dan perawatan medis secara optimal.
Setelah melihat kondisi kedua pasien, Dinas Kesehatan memastikan persoalan tersebut tidak berhenti pada kunjungan awal. Koordinasi dengan fasilitas kesehatan, rumah sakit, hingga dokter spesialis akan dilakukan untuk menentukan langkah medis berikutnya.
“Segala tindakan medis yang diperlukan akan kami tempuh. Kami akan segera berkoordinasi dengan rumah sakit dan dokter spesialis agar kedua pasien mendapatkan penanganan kesehatan yang sesuai dan maksimal,” kata dr. Debora.
Ia juga memastikan pendampingan terhadap kedua pasien akan terus dilakukan. Pemeriksaan lanjutan dan kebutuhan medis akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Bagi keluarga, kedatangan pemerintah menjadi harapan baru setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan dalam memberikan pengobatan kepada kedua putranya.
Artini Damanik menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemkab Simalungun dan Bupati Simalungun atas perhatian yang diberikan kepada keluarganya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun dan Bapak Bupati yang telah memberikan perhatian kepada anak-anak kami. Dengan adanya perhatian ini, saya berharap anak saya dapat sembuh,” ujarnya.
Pemkab Simalungun menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat, termasuk warga dengan kebutuhan kesehatan khusus, memperoleh akses pelayanan dan pendampingan.
Kasus Egi dan Al Fajri sekaligus menjadi perhatian terhadap pentingnya deteksi, pemeriksaan, serta penanganan medis berkelanjutan bagi penderita penyakit yang membutuhkan perawatan khusus.
Pemerintah daerah menegaskan akan terus melakukan koordinasi agar kedua bersaudara tersebut memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medis dan tidak menghadapi persoalan kesehatan seorang diri. ( Herry Sinaga )
