LencanaGaruda
Senin, 10 Agustus 2026
No Result
View All Result
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Sport
  • Ekonomi
  • Wisata
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Tekno
LencanaGaruda
No Result
View All Result
LencanaGaruda
No Result
View All Result
  • News
  • Peristiwa
  • Regional
  • Nasional
  • Dunia
  • Bisnis
  • Seleb
  • Sport
  • Tekno
  • Wisata
Home News
Screenshot

Screenshot

Dari Ember hingga Maggot, Nagori Mekar Sari Raya Perkuat Ketahanan Pangan Rumah Tangga

Redaksi by Redaksi
09/08/2026
in News

SIMALUNGUN – Berawal dari ember, masyarakat Nagori Mekar Sari Raya, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, kini diperkenalkan pada konsep ketahanan pangan rumah tangga yang terintegrasi.

Melalui program pemberdayaan masyarakat, tim dosen Universitas Simalungun (USI) mengembangkan sistem Budikdamber, hidroponik, dan budi daya maggot sebagai upaya mendorong kemandirian pangan sekaligus pengelolaan limbah rumah tangga.

Program bertema “Penguatan Ketahanan Pangan Rumah Tangga melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sistem Terintegrasi Budikdamber–Hidroponik–Maggot dalam Kerangka Ekonomi Sirkular” tersebut dilaksanakan di Nagori Mekar Sari Raya, Senin (13/7/2026).

Kegiatan ini diketuai Christin Imelda Girsang, S.TP., M.Si., dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Simalungun.

Ia didampingi anggota tim, yakni Handayani Saragih, S.P., M.Sc., dosen Agroteknologi, serta Yoan Hendrawan Junpridan Saragih, SST.Pa., M.SM., dosen Manajemen.

Program tersebut juga melibatkan mahasiswa Program Studi Agroteknologi, yakni Difan Halim Majid dan Ahmad Rivaldi Sitopu.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendapat pendanaan melalui program hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) melalui platform BIMA Tahun Anggaran 2026.

Manfaatkan Lahan Terbatas

Ketua pelaksana, Christin Imelda Girsang, mengatakan program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memenuhi sebagian kebutuhan pangan rumah tangga secara mandiri.

Masyarakat diperkenalkan dengan tiga sistem yang saling terhubung, yakni budi daya ikan dalam ember (Budikdamber), hidroponik untuk sayuran, serta budi daya maggot untuk mengolah limbah organik.

“Ketiga sistem ini diintegrasikan agar dapat membentuk siklus produksi pangan yang sederhana, produktif, dan ramah lingkungan,” jelas Christin.

Menurutnya, Budikdamber menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan.

Dengan menggunakan wadah sederhana, masyarakat tetap dapat membudidayakan ikan di lingkungan rumah.

Sementara hidroponik memungkinkan masyarakat menanam berbagai jenis sayuran tanpa membutuhkan lahan pertanian yang luas.

Adapun maggot memiliki fungsi penting dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga.

Sisa makanan dan limbah organik dapat dimanfaatkan sebagai media pakan maggot. Selanjutnya, maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif ikan, sedangkan residunya berpotensi digunakan sebagai pupuk organik.

Bukan Sekadar Produksi Pangan

Christin menegaskan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan.

Lebih dari itu, masyarakat juga diajak memahami pentingnya pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan melalui konsep ekonomi sirkular.

“Limbah rumah tangga tidak selalu harus menjadi bahan buangan. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah organik dapat kembali menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna dan bahkan nilai ekonomi,” ujarnya.

Penerapan sistem Budikdamber, hidroponik, dan maggot diharapkan mampu membantu masyarakat menghasilkan ikan dan sayuran secara mandiri.

Di sisi lain, program tersebut juga diharapkan dapat mengurangi limbah organik yang dibuang serta membantu menekan pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pangan sehari-hari.

Masyarakat Diberikan Pelatihan Teknis

Dalam pelaksanaannya, tim Universitas Simalungun tidak hanya memberikan pemahaman mengenai ketahanan pangan dan ekonomi sirkular.

Masyarakat juga mendapatkan edukasi teknis, mulai dari persiapan sarana, pemilihan bibit ikan dan tanaman, pengelolaan kualitas air, pemberian pakan, perawatan tanaman, hingga teknik budi daya maggot menggunakan limbah organik rumah tangga.

Masyarakat juga dilibatkan sebagai pelaku utama, mulai dari proses pembelajaran, penerapan teknologi, pemeliharaan hingga pengembangan sistem sesuai dengan kondisi lingkungan dan kemampuan masing-masing rumah tangga.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak sekadar menjadi penerima manfaat, tetapi diharapkan mampu mengembangkan teknologi yang telah diperkenalkan secara mandiri.

Pangulu Sambut Baik Program

Pangulu Nagori Mekar Sari Raya, Juni Hartono, menyambut baik pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat tersebut.

Menurutnya, penerapan teknologi tepat guna seperti Budikdamber, hidroponik, dan maggot relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Terlebih, masyarakat menghadapi sejumlah tantangan seperti kenaikan harga bahan pangan, keterbatasan lahan pekarangan, serta persoalan pengelolaan limbah rumah tangga.

“Program seperti ini sangat relevan karena masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga diperkenalkan pada teknologi yang bisa diterapkan di lingkungan rumah,” kata Juni.

Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Nagori Mekar Sari Raya.

Berpeluang Jadi Usaha Produktif

Tim pelaksana menilai sistem yang diperkenalkan tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif berskala rumah tangga.

Jika dikelola secara berkelanjutan, masyarakat tidak hanya dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan sendiri, tetapi juga berpotensi memperoleh tambahan pendapatan melalui penjualan ikan, sayuran hidroponik, maggot, hingga pupuk organik.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah nagori, dan masyarakat menjadi salah satu kunci keberlanjutan program.

Perguruan tinggi berperan menghadirkan pengetahuan dan teknologi yang mudah diterapkan, sementara pemerintah nagori memberikan dukungan kelembagaan agar program dapat diterima dan dikembangkan masyarakat.

Diharapkan Jadi Model bagi Nagori Lain

Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Simalungun berharap model pemberdayaan yang diterapkan di Nagori Mekar Sari Raya dapat menjadi contoh pengembangan ketahanan pangan rumah tangga di wilayah lainnya.

Terutama bagi desa atau nagori yang memiliki keterbatasan lahan, namun mempunyai sumber daya manusia serta limbah organik yang dapat dikelola secara produktif.

Melalui konsep ekonomi sirkular, proses produksi pangan diharapkan dapat berlangsung lebih efisien sekaligus membantu menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih dan sehat.

Tim Universitas Simalungun juga menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) melalui program pendanaan BIMA Tahun Anggaran 2026 atas dukungan hibah yang diberikan.

Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Nagori Mekar Sari Raya, Pangulu Juni Hartono, perangkat nagori, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam pelaksanaan program.

Sinergi tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program sekaligus memperkuat kemandirian pangan dan ekonomi rumah tangga masyarakat Kabupaten Simalungun. (Tim).

ShareTweetSendSharePin

Berita Terkini

Peristiwa

Pria Lansia Tinggal Sendiri Ditemukan Meninggal di Rumah, Warga Siantar Heboh

10 Agustus 2026 | 10:21 WIB
Sport

Musa Rajekshah Juara APRC 2026 di Simalungun, Bupati Anton Tutup Balapan Internasional

9 Agustus 2026 | 23:37 WIB
News

Berusia 113 Tahun, Lokomotif Uap DSM 38 Masih Berdiri Kokoh di Stasiun Medan

9 Agustus 2026 | 20:50 WIB
News

Dari Ember hingga Maggot, Nagori Mekar Sari Raya Perkuat Ketahanan Pangan Rumah Tangga

9 Agustus 2026 | 20:47 WIB
Hukrim

Patroli Tengah Malam, Timsus Dayok Mirah Polres Siantar Amankan 9 Motor Berknalpot Brong

9 Agustus 2026 | 18:34 WIB
Regional

Ada yang Berbeda di CFD Pematangsiantar, Wali Kota Wesly Ikut Senam dan Buka Lomba Panco

9 Agustus 2026 | 12:51 WIB
Regional

Warung Jongkok Pematangsiantar Bertahan Sejak 1972, Bubur Kacang Hijau Rp5 Ribu Jadi Penjaga Kenangan

8 Agustus 2026 | 21:38 WIB
Peristiwa

Kebakaran Rumah Penjual BBM Eceran di Siantar, Rumah dan Avanza Hangus, Kerugian Ditaksir Rp700 Juta

8 Agustus 2026 | 19:54 WIB
Peristiwa

Diduga Nyalakan Rokok Saat Isi Bensin, Rumah Penjual BBM dan Gas di Siantar Martoba Terbakar Hebat

8 Agustus 2026 | 19:01 WIB
Regional

Bikin Macet, Truk Pupuk Berukuran Panjang Serbu Jalan Ade Irma Pematangsiantar

8 Agustus 2026 | 18:59 WIB
News

30 Pertanyaan Pengacara Muda Fawer Sihite soal Kematian Winda Lorenza Gowasa: Mengapa Kesimpulan Bunuh Diri Begitu Cepat?

8 Agustus 2026 | 13:31 WIB
Sport

Lapangan Adam Malik Jadi Saksi Sejarah, Sumut Rally 2026 Resmi Dimulai dari Pematangsiantar

8 Agustus 2026 | 08:38 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2024 LENCANAGARUDA.COM

rotasi barak berita hari ini danau toba

No Result
View All Result
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Sport
  • Ekonomi
  • Wisata
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Tekno

© 2024 LENCANAGARUDA.COM

rotasi barak berita hari ini danau toba