Pematangsiantar (Sumut) – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Sihite, menilai Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, belum menunjukkan terobosan berarti dalam kepemimpinannya. Ia bahkan menyebut adanya indikasi upaya perlindungan diri melalui kedekatan dengan partai politik.
Fawer menyampaikan, hingga saat ini, masyarakat belum melihat realisasi konkret dari visi dan misi yang dijanjikan saat kampanye. Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan kekecewaan publik terhadap arah kepemimpinan di Kota Pematangsiantar.
“Kalau kita lihat secara objektif, belum ada terobosan yang signifikan. Visi dan misi yang disampaikan kepada masyarakat belum terealisasi dengan baik,” ujar Fawer dalam keterangannya, Minggu (29/03/2026).
Ia juga mengungkapkan informasi yang diperoleh pihaknya terkait posisi Wesly Silalahi yang disebut telah menjadi bagian dari salah satu partai politik nasional, yakni Partai Gerindra.
Menurut Fawer, hal tersebut menimbulkan kesan bahwa langkah tersebut digunakan sebagai upaya untuk mencari perlindungan politik, alih-alih fokus pada kinerja pemerintahan.
“Jangan sampai ada kesan berlindung di partai untuk menutupi minimnya kinerja. Seharusnya yang ditunjukkan kepada publik adalah kerja nyata, bukan manuver politik,” tegasnya.
Meski demikian, Fawer menyatakan keyakinannya bahwa Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI, Prabowo Subianto, tidak akan mentoleransi praktik-praktik yang dinilai merugikan masyarakat.
“Kami optimistis Pak Prabowo tidak akan melindungi orang-orang yang tidak bekerja untuk rakyat. Kepemimpinan nasional hari ini harus diisi oleh figur yang benar-benar punya komitmen dan kinerja,” katanya.
ILAJ, lanjut Fawer, meminta agar semua kepala daerah, termasuk Wali Kota Pematangsiantar, lebih fokus pada pelayanan publik, pembangunan daerah, dan realisasi program kerja yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Ini soal tanggung jawab kepada rakyat. Jangan sampai kepercayaan publik hilang karena pemimpin tidak menunjukkan kinerja yang nyata,” ucapnya. Red
