LencanaGaruda
Kamis, 6 Agustus 2026
No Result
View All Result
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Sport
  • Ekonomi
  • Wisata
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Tekno
LencanaGaruda
No Result
View All Result
LencanaGaruda
No Result
View All Result
  • News
  • Peristiwa
  • Regional
  • Nasional
  • Dunia
  • Bisnis
  • Seleb
  • Sport
  • Tekno
  • Wisata
Home Religius
Vihara Dharma Sasana yang sudah berusia sekitar 300 tahun, sebagai vihara tertua di Tanjungpinang.

Vihara Dharma Sasana yang sudah berusia sekitar 300 tahun, sebagai vihara tertua di Tanjungpinang.

Mengenal Vihara Berusia 300 Tahun yang Dikunjungi Ribuan Orang, di Tanjungpinang

Redaksi by Redaksi
09/05/2025
in Religius, Wisata

Tanjung Pinang (Kepri) – Pada hari raya Imlek 2576 Tahun 2025 ribuan pengunjung memadati Vihara Dharma Sasana yang kini sudah berusia sekitar 300 tahun di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Vihara tersebut berada di kawasan pesisir Kelurahan Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota. Dari pusat kota menuju vihara itu bisa ditempuh melalui jalur darat dan laut, masing-masing memakan waktu sekitar 30 menit dan 10 menit saja.

“Hari ini pengunjung kurang lebih 1.000 orang, mayoritas Tionghoa yang melaksanakan sembahyang Imlek,” kata Petrus, salah seorang petugas Vihara Dharma Sasana,

Jumlah pengunjung diprediksi akan terus bertambah hingga dua hari berikutnya, karena sembahyang Imlek di vihara ini digelar selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Januari 2025. Pihak Vihara Dharma Sasana juga tidak membatasi jumlah warga Tionghoa yang henda melaksanakan sembahyang Imlek di vihara tersebut. Demikian pula dengan warga selain keturunan Tionghoa yang ingin berkunjung ke vihara tertua di Tanjungpinang itu, misalnya umat Muslim yang datang sekadar untuk mengisi hari libur Imlek.

“Dari dulu, siapa pun boleh dating ke sini. Tak hanya saat perayaan Imlek, hari-hari biasa pun ramai pengunjung kemari untuk berekreasi,” ujar Petrus.

Pengunjung yang datang ke Vihara Dharma Sasana tidak dikenakan biaya, namun diimbau tetap harus menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan bersama dengan tidak membuang sampah sembarangan, karena vihara tersebut sangat dijaga dan dirawat dengan baik oleh pihak pengurus.

Pada perayaan Imlek, pihak vihara turut menyediakan fasilitas penunjang bagi warga Tionghoa yang akan melakukan sembahyang Imlek, seperti dupa yang dibakar pada saat sembahyang.

“Pengunjung Tionghoa bias menggunakan dupa di vihara untuk sembahyang lalu menyumbangkan uang seikhlasnya untuk kebutuhan operasional vihara,” lanjut Petrus.

Ramainya pengunjung di Vihara Dharma Sasana pada hari raya pertama Imlek 2025 juga dimanfaatkan oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk berjualan di area vihara menggunakan meja dan tenda seadanya. Mereka menjual aneka jenis kuliner, minuman, hingga permainan anak-anak.

Pengunjung memadati Vihara Dharma Sasana yang kini sudah berusia sekitar 300 tahun di Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau itu.

Terpisah, Dedi Arman, Peneliti Pusat Riset Kewilayahan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan bahwa Vihara Dharma Sasana diyakini sebagai vihara tertua di Tanjungpinang. Vihara itu dibangun sekitar abad ke-18 atau 300-an tahun silam, semasa Yang Dipertuan Muda Riau (YMDR) II (Daeng Celak, 1728 – 1748). Vihara ini menampilkan arsitektur kolonial dan ragam hias China dengan atap berbentuk pelana. Keberadaan klenteng ini merupakan bukti eksistensi warga Tionghoa di daerah ini sejak zaman Kerajaan Riau dahulu.

Komplek vihara tersebut memeliki empat bangunan utama. Tiga di antaranya adalah klenteng dan bangunan awal, berada pada bagian depan kompleks menghadap ke laut. Bangunan ke empat berada di bagian belakang klenteng pada tanah lebih tinggi. Tiga bangunan klenteng pada bagian depan diperuntukkan bagi dewa-dewa China. Nama ketiga klenteng itu adalah: Klenteng Fu De Zheng Shen, dewa yang terdapat pada klenteng ini adalah Dewa Phe Kong, yaitu dewa bagi keselamatan di daratan, dalam hal ini bagi wilayah Senggarang.

Klenteng yang kedua adalah Tian Hou Sheng Mu yang terdapat tiga dewa, berada di tengah adalah Dewa Ma Chou, yaitu Dewa Phe Kong dengan sebutan Lou Wei Sheng (berada di kanan yang diperuntukkan bagi keselamatan orang yang sudah mati) dan To Po Kong (di kiri diperuntukkan bagi keselamatan mereka yang di darat). Klenteng ketiga adalah Klenteng Yuan Tien Shang Di, di dalamnya juga terdapat Dewa Phe Kong.

“Sedangkan bangunan pada bagian belakang diperuntukkan bagi Sang Buddha Amitabbha, merupakan bangunan baru,” kata Dedi Arman.

ANT-MN/Ed. MN

Tags: Headline
ShareTweetSendSharePin

Berita Terkini

News

Ketua ILAJ: Ada Apa dengan Wartawan DPR? Saya Dukung Bang Deddy Sitorus! Jurnalis Kok Jadi Gampang Baper Sekarang? Fenomena Apa Ini?

1 Agustus 2026 | 09:41 WIB
Nasional

Menjaga Marwah Negara Hukum: Confirmation Bias, Perceived Institutional Bias, Hubungan Antar-Lembaga Negara, dan Due Process of Law dalam Perkara Febrie Adriansyah, Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus

28 Juli 2026 | 09:10 WIB
News

Ketua ILAJ: Penentuan Seseorang Bersalah atau Tidak Bukan Ditentukan oleh Seberapa Viral Opini Publik, Melainkan Melalui Mekanisme Hukum yang Sah

26 Juli 2026 | 14:48 WIB
News

Ketua ILAJ Minta TNI dan Polri Berikan Perlindungan Keamanan kepada Tim 9 Penanganan Kasus Febrie Adriansyah

26 Juli 2026 | 14:43 WIB
News

Ketua ILAJ: Tim 9 Harus Berani Menegakkan Kebenaran, Jangan Takut Intimidasi; Jika Hasil Pemeriksaan Menyatakan Febrie Adriansyah Tidak Bersalah, Maka Nama Baiknya Harus Dipulihkan Demi Menjaga Marwah Negara Hukum

26 Juli 2026 | 14:40 WIB
News

Pernyataan Prabowo Soal “Londo Ireng”, Ketua ILAJ: Wartawan dan LSM Bagian Penting Perjalanan NKRI, Tak Mungkin Presiden Merendahkan Mereka

25 Juli 2026 | 23:57 WIB
News

Ketua ILAJ: Indonesia Negara Demokrasi, Perbedaan Sikap dalam Kasus Febrie Adriansyah Harus Diiringi Etika Bermedia Sosial

25 Juli 2026 | 23:25 WIB
News

Ketua ILAJ: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alat Menggerus Kepercayaan Publik terhadap Satgas PKH

25 Juli 2026 | 19:04 WIB
News

Beda Perlakuan Febrie vs Firli, Salah Takdir Febrie Berdinas di Kejaksaan? Ketua ILAJ Soroti Konsistensi Penegakan Hukum

25 Juli 2026 | 09:39 WIB
News

Dikriminalisasi, Ketua ILAJ: Penahanan Febrie Adriansyah Lebih Terlihat sebagai Tekanan Publik Bukan Murni Penegakan Hukum

25 Juli 2026 | 07:54 WIB
News

Sejak Awal Perkara Ini Terlihat Dipaksakan, Ketua ILAJ: Fitri Agus Karo-Karo Harus Dibebaskan Demi Hukum

24 Juli 2026 | 18:44 WIB
News

Potensi Kerugian Negara Ratusan Miliar, Ketua ILAJ Minta Polda Sumut, Pangdam I/BB, dan Kajati Sumut Berantas Dugaan Tambang Batu Dolomit Ilegal di Kabupaten Karo

24 Juli 2026 | 13:43 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2024 LENCANAGARUDA.COM

rotasi barak berita hari ini danau toba

No Result
View All Result
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Sport
  • Ekonomi
  • Wisata
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Tekno

© 2024 LENCANAGARUDA.COM

rotasi barak berita hari ini danau toba