Simalungun, Lencanagaruda.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun mulai menata aktivitas perdagangan di Kota Perdagangan. Pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Rajamin Purba menuju Pasar Modern Perdagangan diminta segera menempati kios dan los yang telah disediakan pemerintah, Jumat (6/11/2026).
Penertiban secara persuasif dilakukan melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas PUTR, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Kecamatan Bandar.
Langkah ini dilakukan karena aktivitas jual beli di badan dan pinggir jalan dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas, termasuk akses masyarakat menuju RSUD Perdagangan.
Kepala Disperindag Simalungun, Eva Ulyarta Tambunan, selaku koordinator tim, didampingi Camat Bandar Supardi, mengatakan pemerintah telah berulang kali menyosialisasikan rencana penataan melalui spanduk, surat pemberitahuan hingga kunjungan langsung kepada pedagang.
Menurut Eva, pedagang yang telah terdata, khususnya warga Kota Perdagangan, menjadi prioritas untuk menempati kios dan los sesuai kupon pembagian. Namun, sebagian pedagang masih enggan pindah ke lokasi yang telah ditentukan.
“Kami mengutamakan pedagang yang ada di Kota Perdagangan untuk menempati kios maupun los sesuai kupon yang telah diberikan. Namun, hingga saat ini masih banyak pedagang yang enggan menempati,” ujar Eva.
Ia menyebutkan, Pasar Modern Perdagangan memiliki 91 unit kios, 239 unit los, serta 68 unit balairung yang disediakan untuk pedagang kuliner, makanan dan minuman.
Pemkab juga berencana mengarahkan bus penumpang agar masuk ke Terminal Perdagangan yang berada berdampingan dengan pasar.
Sejumlah pedagang yang sudah menempati kios turut berharap penertiban terus dilakukan agar seluruh pedagang berjualan di lokasi yang telah disediakan. Dengan demikian, pasar dapat berfungsi optimal dan aktivitas perdagangan lebih tertata.
Eva menegaskan, penataan tersebut bukan untuk mematikan usaha pedagang, melainkan menciptakan kawasan Perdagangan yang bersih, aman dan tertib, sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas serta akses menuju rumah sakit.
“Kami terus melakukan pendekatan persuasif agar pedagang bersedia pindah ke lokasi yang telah diperuntukkan. Mari dukung penataan Kota Perdagangan demi kepentingan bersama,” tegasnya. ( Herry Sinaga )
