Pematangsiantar, Lencanagaruda.com – Sebanyak 428 siswa SMA Negeri 1 Pematangsiantar akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November mendatang.
Dengan jumlah peserta yang cukup besar, sekolah harus mengatur pelaksanaan ujian secara bergelombang karena keterbatasan perangkat komputer.
Saat ini, SMAN 1 Pematangsiantar hanya memiliki 75 unit komputer yang tersebar di tiga laboratorium. Masing-masing laboratorium dilengkapi 25 unit komputer untuk mendukung pelaksanaan ujian berbasis komputer tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian pihak sekolah agar seluruh peserta dapat mengikuti ujian sesuai jadwal tanpa mengabaikan kesiapan sarana dan kenyamanan siswa.
Kepala SMAN 1 Pematangsiantar, Anthoni Purba, melalui PKS Humas Donal Siahaan, menjelaskan bahwa keterbatasan perangkat membuat pihak sekolah harus menyusun pembagian peserta secara cermat.
“Perangkat yang tersedia memang masih terbatas, yakni 75 unit komputer yang dibagi ke dalam tiga laboratorium,” ujar Donal saat ditemui, Kamis (22/10/2026).
Untuk mengakomodasi seluruh peserta, sekolah menyiapkan skema pelaksanaan dalam dua gelombang. Setiap gelombang selanjutnya dibagi menjadi tiga sesi setiap hari, sehingga penggunaan komputer dapat diatur secara bergantian.
Selain mempersiapkan jadwal, pihak sekolah juga telah melaksanakan simulasi TKA, baik secara daring maupun luring. Langkah ini dilakukan agar siswa terbiasa menggunakan perangkat komputer dan memahami mekanisme ujian sebelum menghadapi pelaksanaan sesungguhnya.
Menurut Donal, kesiapan siswa tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi pelajaran, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan sistem ujian berbasis komputer. Karena itu, latihan dan simulasi menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan sekolah.
Di tengah persiapan tersebut, kestabilan pasokan listrik dan jaringan internet menjadi perhatian serius. Gangguan pada kedua fasilitas itu berpotensi menghambat pelaksanaan ujian yang mengandalkan sistem komputer.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah telah mengirimkan surat koordinasi kepada PLN dan Telkom. Permintaan tersebut ditujukan untuk mendukung kestabilan listrik dan jaringan selama pelaksanaan TKA berlangsung.
Donal mengatakan, sekolah juga menyiapkan tim teknis beserta prosedur penanganan darurat apabila terjadi kendala, seperti pemadaman listrik mendadak atau masalah pada server.
“Listrik dan internet sangat krusial. Surat koordinasi sudah kami kirim. Kalau terjadi gangguan, tim teknis telah menyiapkan SOP darurat. Prioritas utama kami adalah memastikan siswa tetap nyaman saat mengikuti ujian,” ungkapnya.
Persiapan tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko gangguan teknis, sehingga pelaksanaan TKA berjalan tertib dan seluruh peserta memperoleh kesempatan mengikuti ujian sesuai ketentuan.
Di luar kelancaran pelaksanaan ujian, SMAN 1 Pematangsiantar juga menaruh harapan besar terhadap hasil akademik para siswa. Sekolah berharap TKA 2026 dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan peluang siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN), khususnya melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Donal menegaskan, pencapaian tersebut membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Kesiapan sekolah dan tenaga pendidik perlu diimbangi dengan kedisiplinan siswa dalam belajar serta dukungan orang tua di rumah.
Pihak sekolah pun mengajak seluruh keluarga besar sekolah, orang tua, dan alumni untuk bersama-sama memberikan dukungan agar para siswa dapat menjalani TKA dengan maksimal.
“Kami berharap seluruh pihak, mulai dari keluarga besar sekolah, orang tua hingga alumni, dapat memberikan dukungan. Semoga TKA 2026 berjalan lancar tanpa hambatan dan semakin banyak siswa kami yang berhasil masuk ke PTN impian,” tutup Donal. ( Herry Sinaga )
