Pematangsiantar – Belum lama ditertibkan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pematangsiantar, kendaraan odong-odong yang telah dimodifikasi dan digunakan untuk mengangkut penumpang kembali terlihat beroperasi di jalan raya.
Kendaraan tersebut tampak melintas bebas di kawasan Jalan WR Supratman, Kota Pematangsiantar. Kembali beroperasinya odong-odong itu pun menuai sorotan warga, terlebih sebelumnya kendaraan serupa telah menjadi sasaran penertiban oleh pihak kepolisian.
Kondisi tersebut menimbulkan kesan bahwa penindakan yang dilakukan sebelumnya belum memberikan efek jera. Warga pun mempertanyakan konsistensi pengawasan terhadap kendaraan yang dimodifikasi dan digunakan sebagai sarana transportasi penumpang tersebut.
Salah seorang warga, Anita, mengaku sangat terganggu dengan keberadaan odong-odong yang melintas di jalan raya.
“Sangat terganggu sekali, apalagi kalau lewat kencang-kencang. Ditambah lagi volume musik yang dihidupkan terlalu keras,” kata Anita.
Menurutnya, penertiban seharusnya tidak hanya dilakukan sesaat. Jika setelah ditindak kendaraan tersebut kembali beroperasi, maka dikhawatirkan pelanggaran akan terus berulang.
“Jangan diawal saja ditindaklanjuti, besok-besok diulang lagi. Buktinya ini masih beroperasi. Berarti kan penindakan beberapa waktu lalu tidak ditakuti pihak pengusaha odong-odong,” tegasnya, Kamis (20/8/2026).
Anita berharap Satlantas Polres Pematangsiantar melakukan pengawasan dan penindakan secara berkelanjutan, sehingga keberadaan odong-odong yang berpotensi mengganggu pengguna jalan tidak kembali marak.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Pematangsiantar AKP Simon E. Simatupang menegaskan pihaknya akan kembali menindak odong-odong yang masih beroperasi di wilayah hukum Polres Pematangsiantar.
“Terima kasih infonya, Bang. Kami juga perlu bantuan Abang-abang biar sama-sama untuk menertibkan odong-odong,” ujar Simon.
Ketika dikonfirmasi terkait kekhawatiran warga agar penindakan tidak hanya dilakukan di awal, Simon memastikan pihaknya akan terus melakukan tindak lanjut.
“Kita akan tetap tindak lanjuti terus odong-odong yang beroperasi,” jelasnya.
Kembali munculnya odong-odong di jalan raya setelah sebelumnya ditertibkan menjadi pekerjaan rumah bagi aparat penegak hukum. Publik kini menunggu apakah penindakan berikutnya benar-benar mampu menghentikan operasional kendaraan tersebut atau justru kembali muncul setelah beberapa hari.
Warga berharap penertiban tidak berhenti pada razia sesaat, tetapi dilakukan secara konsisten hingga penggunaan kendaraan yang tidak sesuai ketentuan tersebut benar-benar tertib. ( Herry Sinaga )
