Pematangsiantar (Sumut) – Tepatnya pada 24 Februari 2026, Gereja Berhel Indonesia (GBI) Sapadia di Pematangsiantar genap berusia 13 tahun. Artinya, 13 tahun GBI Sapadia telah menunaikan tugas-tugas pelayanannya – pelayanan untuk Tuhan – melalui pelayanan rohani Kristen kepada jemaat dan jiwa-jiwa yang rindu akan kasih, kemurahan, pertolongan dan berkat-berkat Tuhan.
Diketahui, GBI Sapadia di Pematangsiantar adalah satu gereja cabang GBI Sumatera Ressor (dahulu dikenal dengan nama GBI Medan Plaza).
Pada Februari 2013, di bawah pimpinan Bapak Gembala Sidang, Pdt. I Nyoman Hadi, GBI Sapadia memulai tugas-tugas pelayanan Tuhan melalui pelayanan rohani Kristen. Selama 13 tahun gereja ini secara konsisten menyelenggarakan ibadah Minggu di Aula Lantai 6 Hotel Sapadia Siantar di Jalan Diponegoro Pematangsiantar. Setiap hari Minggu.
GBI Sapadia menyelenggarakan tiga kali ibadah, yaitu:
* Ibadah I – Pukul: 09.00 WIB
* Ibadah II – Pukul: 11.00 WIB
* Ibadah III – Pukul: 17.00 WIB
Dalam tugas pelayanannya, GBI Sapadia juga melaksanakan tugas-tugas pelayanan rohani seperti: Menara Doa (yang secara rutin dilaksanakan tiga kali seminggu di Sekretariat – Jalan Naga Terbang Pematangsiantar), ibadah Sekolah Minggu dan Pemuda-pemudi, Family Altar (Mimbar Keluarga), dan sebagainya.
Secara konsisten, selama 13 tahun GBI Sapadia melayani Tuhan meski harus menghadapi tantangan yang silih berganti. Semua itu harus dihadapi dalam doa dan iman bahwa Tuhan senantiasa akan menyertai gereja ini dalam menunaikan tugas-tugas pelayanannya.
Sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan, atas segala berkat-berkat, kemurahan, dan pertolongan Tuhan yang senantiasa menyertai perjalanan pelayanan gereja selama 13 tahun ini, GBI Sapadia merayakannya secara sederhana, yaitu dalam setiap ibadah Minggu pada Minggu (22/02/2026) – tiga kali ibadah – digelar acara perayaan yang sangat sederhana.
Dalam ibadah I dan II, Pdt. Dr. Ferry Joshua Ginting dalam khotbahnya menekankan agar tetap konsisten menjaga kesatuan dalam gereja ini. Kesatuan antara sesama pelayan (pengerja/pelayan) juga dengan jemaat dan antar sesama jemaat. Agar kesatuan dapat tercipta, hal yang harus dan yang paling utama dilakukan adalah agar senantiasa mengupayakan adanya koneksi dengan Tuhan. Agar koneksi Ilahi tetap konsisten terjaga dan ditingkatkan.
“Koneksi Ilahi pasti membuahkan kesatuan,” kata Pdt. Joshua Ginting menekankan isi dan tema khotbahnya di ibadah I (09.00 WIB) dan II (11.00 WIB).
Selanjutnya, di ibadah III (17.00 WIB), masih dalam tema kesatuan dan koneksi Ilahi (hubungan dengan Tuhan), Pdt. Gunawan Sembiring, dalam khotbahnya, ia memaparkan bahwa koneksi Ilahi (Tuhan) yang kuat dan erat, selain berbuah kesatuan di gereja, buah kesatuan itu juga akan hadir di tengah-tengah keluarga. Kesatuan antara suami dan istri, kesatuan antara orangtua dan anak-anak dan sebaliknya.
“Koneksi Ilahi juga juga akan membuahkan kesatuan di dalam keluarga. Jadi bukan hanya dalam gereja – di antara sesama pelayan/pengerja, dan antara pelayan dengan jemaat,” jelas Pdt. Sembiring.
Dari pantauan langsung awak media ini, pada momen acara 13th Anniversari-nya, GBI Sapadia hanya menggelar acara review perjalanan gereja ini selama 13 tahun melalui tayangan rangkaian video, dilanjutkan acara tiup lilin dan pemotongan kue ulang tahun oleh Bapak dan Ibu Gembala Sidang didampingi perwakilan pelayan dan jamaat, serta Pendeta pengkhotbah). Sebelumnya acara tersebut diawali doa khusus ulang tahun GBI Sapadia yang dipimpin oleh Pendeta yang berkhotbah si ibadah tersebut.
Acara tersebut berlangsung singkat dan sangat sederhana, tanpa ada kata-kata sambutan, namun semua berlangsung hikmad dan penuh sukacita, yang bermuara kepada kemuliaan Tuhan dan untuk menyenangkan hati Tuhan.
Marolop Nainggolan/Ed. MN
