LencanaGaruda
Selasa, 20 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Sport
  • Ekonomi
  • Wisata
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Tekno
LencanaGaruda
No Result
View All Result
LencanaGaruda
No Result
View All Result
  • News
  • Peristiwa
  • Regional
  • Nasional
  • Dunia
  • Bisnis
  • Seleb
  • Sport
  • Tekno
  • Wisata
Home Opini
Ahmad Fakhri Hutauruk

Ahmad Fakhri Hutauruk

Pembelajaran Sejarah Abad 21: dari Buku ke Aplikasi

Redaksi by Redaksi
13/05/2025
in Opini

Oleh: Ahmad Fakhri Hutauruk

Mata pelajaran sejarah masih dianggap kurang menarik bagi banyak siswa sekolah menengah. Materi yang cenderung padat, penuh hafalan dan minim visualisasi sering kali membuat siswa merasa jenuh. Tantangan ini semakin besar ketika siswa yang kita hadapi hari ini adalah generasi digital native yang lebih terbiasa belajar lewat video, infografis, dan perangkat digital.

Dalam konteks ini, hadirnya teknologi pembelajaran berbasis aplikasi mobile menjadi angin segar. Aplikasi pembelajaran menawarkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, visual, dan personal. Siswa tidak hanya membaca, tetapi juga bisa melihat visualisasi peristiwa, mendengarkan narasi sejarah, dan bahkan mengikuti kuis interaktif yang menguji pemahaman mereka secara real-time.

Namun, penggunaan aplikasi khusus untuk pembelajaran sejarah di Indonesia masih belum merata dan sebagian besar masih dalam tahap pengembangan.

Beberapa penelitian telah menunjukkan potensi besar dari pendekatan ini. Penelitian yang dilakukan oleh Akmal dan Susanto, (2018) di SMA Negeri 7 Banjarmasin, membuktikan bahwa aplikasi berbasis smartphone mampu meningkatkan rata-rata nilai siswa dari 56,32 menjadi 76,80 setelah mengikuti pembelajaran sejarah revolusi fisik Kalimantan Selatan. Bahkan, analisis statistik menunjukkan korelasi positif yang kuat sebesar 0,729 antara penggunaan aplikasi dan pemahaman siswa.

Hal serupa juga terlihat pada penelitian yang dilakukan oleh Basyari dan Masbukhin (2022) di SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta. Mereka mengembangkan media pembelajaran sejarah lokal berbasis Android, dan hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa serta kesadaran sejarah mereka.

Ini menunjukkan bahwa media digital tidak hanya menarik perhatian siswa, tetapi juga efektif secara pedagogis.

Dari sisi minat belajar, Firmansyah (2024) menegaskan bahwa media digital seperti video sejarah dan aplikasi interaktif mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam pelajaran sejarah di SMA Mujahiddin Pontianak. Sementara itu, Fathulaila (2024) menyoroti pentingnya literasi digital dalam pembelajaran sejarah. Menurutnya, literasi digital dapat membantu siswa mengakses sumber sejarah secara lebih luas melalui museum virtual, arsip daring, atau dokumenter sejarah, sehingga meningkatkan minat belajar mereka.

Sayangnya, inovasi-inovasi ini belum sepenuhnya diadopsi secara sistemik di sekolah-sekolah. Masih banyak guru yang belum familiar dengan teknologi, keterbatasan infrastruktur di sekolah, serta belum adanya kurikulum terintegrasi yang mendorong penggunaan aplikasi dalam mata pelajaran sejarah. Meskipun Kurikulum Merdeka membuka peluang untuk inovasi, implementasinya masih belum merata.

Namun demikian, perubahan selalu dimulai dari gagasan. Aplikasi pembelajaran bukan pengganti guru, tetapi alat bantu yang bisa memperkaya pengalaman belajar siswa. Guru tetap memiliki peran penting sebagai fasilitator yang mengarahkan, membimbing, dan memastikan bahwa penggunaan teknologi tetap sejalan dengan tujuan pembelajaran.

Jadi, meskipun saat ini pembelajaran sejarah berbasis aplikasi masih dalam tahap awal pengembangan, bukti-bukti dari berbagai penelitian menunjukkan potensi yang menjanjikan. Inilah saatnya dunia pendidikan bergerak dari masa lalu yang stagnan menuju masa depan yang lebih inovatif. Dari buku ke aplikasi, dari hafalan ke pemahaman, sejarah pun bisa menjadi pelajaran yang paling ditunggu siswa asal cara menyampaikannya disesuaikan dengan zaman.

AFH/Ed. MN

Tags: Headline
ShareTweetSendSharePin

Berita Terkini

Regional

Kasus 3 Ton Sawit PTPN IV Bah Jambi Menggantung, Ketua SPBUN Lempar Konfirmasi ke Manajemen

20 Oktober 2026 | 06:15 WIB
Regional

Udara Simalungun Dikhawatirkan Tercemar Asap, Pemkab Turun Ambil Sampel di 3 Wilayah

19 Oktober 2026 | 21:33 WIB
Hukrim

Sabu 1,13 Gram Disita di Jalan Ercis Siantar, Polisi Buru Pemasok Berinisial P

19 Oktober 2026 | 17:53 WIB
Hukrim

Polisi Tangkap Pria 43 Tahun di Siantar, 470 Gram Ganja Disita dari Paper Bag

19 Oktober 2026 | 11:16 WIB
Politik

Perebutan Kursi Ketua Golkar Siantar Memanas, Dasa Sinaga: Saya Siap Maju

17 Oktober 2026 | 15:42 WIB
News

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17 Oktober 2026 | 13:36 WIB
News

ILAJ Nilai Kajari Simalungun Lambat Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli PDAM Tirta Lihou, Potensi Kerugian Warga Rp225 Juta

17 Oktober 2026 | 13:11 WIB
Regional

Siantar Sibuk Bangun Trotoar, Warga Pertanyakan Manfaatnya: Ujungnya Jadi Lapak Malam

17 Oktober 2026 | 11:36 WIB
Regional

Tak Cukup Pelantikan! KORMI Simalungun Didorong Hidupkan Olahraga Tradisional di Sekolah

16 Oktober 2026 | 19:48 WIB
Regional

Waspada Dampak Asap Karhutla! Dinkes Pematangsiantar Ingatkan Warga soal Bahaya Pernapasan

15 Oktober 2026 | 19:58 WIB
Hukrim

Kasus Jonres Sinaga Tak Kunjung Terungkap, ILAJ Sentil Kapolres Simalungun: Jangan Duduk Manis

15 Oktober 2026 | 19:40 WIB
Regional

Kejati Sumut Setujui Restorative Justice Kasus Kealpaan Berujung Kematian di Simalungun

15 Oktober 2026 | 19:17 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2024 LENCANAGARUDA.COM

rotasi barak berita hari ini danau toba

No Result
View All Result
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Sport
  • Ekonomi
  • Wisata
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Tekno

© 2024 LENCANAGARUDA.COM

rotasi barak berita hari ini danau toba