JAKARTA — Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS, menyampaikan optimisme terhadap Suahasil Nazara yang dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Fawer menilai pengalaman panjang Suahasil Nazara di Kementerian Keuangan menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan fiskal dan keuangan negara.
Menurut Fawer, Menteri Keuangan memiliki posisi strategis dalam memastikan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berjalan secara efektif, efisien, transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Kami dari ILAJ optimistis dengan kepemimpinan Bapak Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan. Beliau memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan sehingga memahami secara langsung dinamika kebijakan fiskal dan pengelolaan keuangan negara,”ujar Fawer.
Fawer mengatakan tantangan perekonomian nasional ke depan membutuhkan pengelolaan fiskal yang hati-hati sekaligus adaptif. Pemerintah harus mampu menjaga stabilitas keuangan negara tanpa mengabaikan kebutuhan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi dan kesejahteraan masyarakat.
APBN Harus Dikelola Transparan dan Akuntabel
ILAJ juga mendorong agar pengelolaan APBN semakin mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi dan kepastian hukum.
Fawer menegaskan bahwa setiap kebijakan yang berkaitan dengan keuangan negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Keuangan negara adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan bernegara. Karena itu, setiap rupiah yang dikelola pemerintah harus memiliki manfaat yang jelas, digunakan secara tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan tata kelola keuangan negara juga harus berjalan beriringan dengan pengawasan dan pemberantasan praktik penyalahgunaan anggaran.
Menurutnya, masyarakat sipil memiliki peran penting dalam melakukan kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan, termasuk dalam bidang pengelolaan keuangan negara.
Dorong Penguatan Sinergi Kebijakan Ekonomi
Fawer juga mendorong penguatan koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, kementerian/lembaga, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan ekonomi.
Menurutnya, sinergi kebijakan fiskal dan moneter menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menciptakan ruang bagi pertumbuhan sektor riil.
“Kebijakan fiskal tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan agar kebijakan ekonomi memberikan dampak yang nyata,” jelas Fawer.
Ia berharap kepemimpinan Suahasil Nazara dapat menghadirkan kesinambungan sekaligus penguatan dalam pengelolaan keuangan negara.
ILAJ Tetap Menjalankan Fungsi Kontrol Sosial
Lebih lanjut, Fawer menegaskan bahwa dukungan terhadap pemerintah tetap harus berjalan beriringan dengan fungsi pengawasan masyarakat.
ILAJ, kata dia, akan terus memberikan masukan dan melakukan kontrol sosial secara objektif, konstruktif dan berdasarkan data serta ketentuan hukum.
“Kami mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berorientasi pada kepentingan negara dan masyarakat. Namun, dukungan tersebut tidak berarti menghilangkan fungsi kontrol sosial. Kritik dan pengawasan tetap diperlukan agar pemerintahan berjalan transparan, akuntabel dan sesuai dengan prinsip negara hukum,” tegasnya.
Fawer berharap Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Suahasil Nazara terus memperkuat integritas, profesionalisme dan kualitas tata kelola keuangan negara.
“Kami Optimistis, Tetapi Tetap Mengawal”
Menutup pernyataannya, Fawer menegaskan bahwa optimisme ILAJ terhadap kepemimpinan Suahasil Nazara didasarkan pada pengalaman dan rekam jejaknya di lingkungan Kementerian Keuangan.
Namun, ILAJ tetap berharap seluruh kebijakan pemerintah dapat dilaksanakan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Kami optimistis dengan Bapak Suahasil Nazara. Harapan kami sederhana, pengelolaan keuangan negara semakin baik, APBN semakin kredibel, dan manfaatnya semakin nyata dirasakan masyarakat. ILAJ akan tetap mendukung sekaligus mengawal agar prinsip transparansi, akuntabilitas dan kepastian hukum tetap menjadi bagian utama dalam pengelolaan keuangan negara,” pungkas Fawer. (Tim).
