Simalungun, Lencanagaruda.com -Hilangnya sekitar 3 ton buah kelapa sawit di PTPN IV Unit Kebun Bah Jambi pada Jumat (2/10/2026) di wilayah Afdeling V Kebun Bah Jambi, menyisakan sejumlah pertanyaan serius.
Selain mempertanyakan keberadaan buah sawit yang diduga hilang, publik kini menanti keterbukaan manajemen dalam mengungkap perkara yang menyangkut aset perusahaan milik negara tersebut.
Dimana pelaku yang melakukan pencurian buah sawit tersebut, merupakan oknum karyawan itu sendiri. Sorotan menguat setelah pihak perusahaan menyebut barang bukti buah sawit tidak ditemukan.
Pernyataan ini justru memunculkan pertanyaan mendasar: jika benar sekitar 3 ton sawit diduga hilang, ke mana buah tersebut dibawa dan bagaimana bisa keluar dari areal perkebunan?
Hingga kini, sejumlah hal masih membutuhkan penjelasan, mulai dari kronologi kejadian, mekanisme pengawasan kebun, hingga hasil pemeriksaan internal yang dilakukan perusahaan.
Penanganan perkara ini semestinya tidak hanya berfokus pada orang yang diduga mengambil buah sawit. Manajemen juga perlu menelusuri kemungkinan jalur pengangkutan, pihak yang menerima atau membeli buah, serta ada tidaknya pihak lain yang mengetahui maupun terlibat dalam peristiwa tersebut.
Sebab, apabila dugaan kehilangan itu terbukti, persoalannya bukan sekadar pelanggaran di lingkungan kerja. Hilangnya aset perusahaan juga berpotensi berkaitan dengan kerugian perusahaan dan lemahnya pengawasan, yang semuanya perlu dibuktikan melalui pemeriksaan.
Di tengah belum jelasnya perkembangan kasus, seorang sumber mempertanyakan kemungkinan adanya hubungan keluarga yang diduga berkaitan dengan penanganan persoalan tersebut.
“Apakah ini ada kaitannya dengan ayah si YY yang merupakan mandor besar di Afdeling IX, sehingga permasalahan ini seperti ditutupi? Ini perusahaan BUMN, jangan main-main,” ucap sumber.
Wartawan telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Keamanan (Korkam) PTPN IV Unit Kebun Bah Jambi, Zulham. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan yang diberikan.
Konfirmasi melalui WhatsApp juga telah disampaikan kepada General Manager Distrik 1 Bah Jambi, Masaeli Lahagu, serta Kepala Bagian SDM Regional 2, Topan Sidabalok. Keduanya belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan, Rabu (12/10/2026). Belum adanya jawaban dari para pejabat tersebut tidak dapat dijadikan bukti bahwa perusahaan menutupi perkara.
Namun, sebagai pengelola aset negara, manajemen perlu memberikan penjelasan agar persoalan ini tidak berhenti pada dugaan dan pernyataan sepihak.
Ada sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab manajemen PTPN IV Unit Kebun Bah Jambi. Apakah jumlah buah sawit yang diduga hilang telah diverifikasi? Apakah jalur keluar-masuk buah sudah ditelusuri? Apakah pemeriksaan telah mencakup pihak yang diduga menerima atau menampung hasil sawit? Dan bagaimana tindak lanjut perusahaan jika ditemukan pelanggaran?
Jawaban atas pertanyaan tersebut penting untuk memastikan apakah pengawasan aset berjalan sebagaimana mestinya.
Dugaan kehilangan sekitar 3 ton buah sawit ini tidak seharusnya dibiarkan menggantung tanpa kejelasan. Jika tidak terbukti, hasil pemeriksaan perlu menjernihkan tudingan. Sebaliknya, jika ditemukan pelanggaran, perusahaan perlu menjelaskan langkah penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kini, perhatian tertuju pada hasil pemeriksaan internal PTPN IV Unit Kebun Bah Jambi. Publik menunggu penjelasan yang terang mengenai keberadaan buah sawit tersebut, pihak-pihak yang berkaitan, serta langkah konkret perusahaan dalam menjaga asetnya. ( Herry Sinaga )
