Simalungun – Banjir yang merendam kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun mengambil langkah lebih serius. Bukan sekadar membersihkan sisa banjir, pemerintah kini memburu persoalan yang selama ini diduga menjadi salah satu pemicu terganggunya aliran air.
Normalisasi Sungai Pondok Pelita di Nagori Dolok Merangir I dilakukan dengan mengeruk sedimentasi berupa pasir yang menumpuk di sepanjang aliran sungai. Material tersebut dinilai menghambat kelancaran debit air sehingga berpotensi memperparah genangan ketika curah hujan tinggi.
Tak berhenti di sana, alat berat juga dikerahkan ke Pintu Air Bahbolon di Nagori Dolok Ilir I. Infrastruktur pengendali air yang dibangun sejak 1912 itu kembali dibenahi setelah sekitar enam tahun tidak berfungsi.
Pintu Air Bahbolon merupakan bagian penting dalam pengendalian aliran air di hilir Sungai Bahsikkam. Pemkab Simalungun berharap berfungsinya kembali pintu air tersebut dapat membantu mengatur debit air sekaligus mengurangi risiko banjir di kawasan Serbelawan dan sekitarnya.
Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, mengatakan penanganan dilakukan bukan hanya untuk memulihkan kondisi pascabanjir, tetapi juga mengembalikan aktivitas warga.
“Saat ini kita lakukan pengerukan sedimentasi berupa pasir agar aliran sungai kembali lancar. Penanganan ini tidak hanya bertujuan memulihkan lingkungan, tetapi juga memastikan seluruh aktivitas masyarakat, mulai dari sosial, keagamaan, pendidikan, hingga perekonomian dapat kembali berjalan normal,” ujarnya, Jumat (14/8/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Simalungun, Budiman Silalahi, menegaskan pemerintah tidak ingin penanganan banjir hanya bersifat sementara.
Menurutnya, setelah Pintu Air Bahbolon kembali berfungsi, langkah berikutnya adalah melakukan pengerukan endapan yang cukup tebal di kawasan tersebut.
“Setelah pintu air dapat berfungsi kembali, kita akan lanjutkan dengan pengerukan endapan yang cukup tebal di sana. Dengan demikian, aliran air di kawasan ini diharapkan lebih terkendali dan risiko genangan dapat berkurang,” kata Budiman.
Budiman menegaskan persoalan banjir membutuhkan kerja bersama. Pemkab Simalungun akan terus memperkuat koordinasi dengan Forkopimca, organisasi masyarakat, perangkat daerah dan masyarakat.
“Kita tidak ingin masyarakat terus dihantui ancaman banjir setiap musim hujan. Seluruh perkembangan akan terus dipantau dan ditindaklanjuti secara berkesinambungan,” tegasnya. ( Herry Sinaga )
