Pematangsiantar, Lencanagaruda.com
– Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kota Pematangsiantar, dinamika internal partai berlambang pohon beringin tersebut mulai menjadi perhatian kalangan pengamat politik. Sejumlah nama dinilai berpotensi mengisi posisi kepemimpinan Golkar Kota Pematangsiantar untuk periode mendatang.
Pengamat politik Kota Pematangsiantar, Hendrianto, menilai sosok Dasa Sinaga, Anggota DPRD Sumatera Utara, layak menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam bursa kepemimpinan DPD Partai Golkar Kota Pematangsiantar.
Menurut Hendrianto, momentum Musda bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan juga kesempatan bagi Partai Golkar untuk melakukan konsolidasi organisasi, memperkuat kaderisasi, serta merumuskan strategi politik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Menjelang Musda, tentu berbagai nama mulai diperbincangkan. Dasa Sinaga merupakan salah satu figur yang patut dipertimbangkan. Pengalamannya sebagai Anggota DPRD Sumatera Utara dapat menjadi salah satu modal untuk membangun komunikasi politik dan memperkuat hubungan antara struktur partai dengan masyarakat,” ujar Hendrianto.
Ia menambahkan, kepemimpinan Golkar di tingkat kota membutuhkan figur yang mampu menjaga soliditas kader, membangun komunikasi dengan seluruh elemen partai, serta mendorong kerja-kerja politik yang nyata dan berkelanjutan.
Menurutnya, tantangan Golkar Pematangsiantar ke depan tidak hanya berkaitan dengan persiapan menghadapi agenda politik, tetapi juga bagaimana partai mampu memperkuat kepercayaan masyarakat melalui kontribusi yang konkret.
“Musda harus menjadi ruang demokrasi internal yang sehat. Siapa pun yang nantinya mendapatkan kepercayaan kader, harus mampu merangkul seluruh elemen, menjaga persatuan, dan membawa organisasi bekerja lebih dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Hendrianto juga menilai bahwa proses menuju Musda perlu mengedepankan mekanisme organisasi, komunikasi yang terbuka, serta penghormatan terhadap hak setiap kader untuk berpartisipasi sesuai ketentuan partai.
Ia berharap seluruh kader Partai Golkar Kota Pematangsiantar dapat menyikapi dinamika menjelang Musda secara dewasa dan mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Dasa Sinaga layak menjadi salah satu figur yang diperbincangkan dalam bursa kepemimpinan Golkar Pematangsiantar. Namun, keputusan akhir tetap berada pada mekanisme Musda dan pertimbangan para pemilik hak suara sesuai aturan organisasi,” tutup Hendrianto.
Dengan semakin dekatnya agenda Musda, publik kini menantikan proses konsolidasi dan munculnya gagasan-gagasan dari para figur yang berpotensi memimpin DPD Partai Golkar Kota Pematangsiantar ke depan.
Terpisah anggota DPRD Sumatera Utara, Dasa Sinaga, mengisyaratkan kesiapannya maju memperebutkan kursi ketua, tetapi dengan satu syarat: Mangatas Silalahi tidak kembali mencalonkan diri.
Sikap Dasa tersebut memperlihatkan bahwa peluang pergantian kepemimpinan Golkar Pematangsiantar masih terbuka. Namun, ia menegaskan tidak akan berhadapan dengan Mangatas apabila ketua saat ini kembali maju dan memperoleh diskresi untuk melanjutkan kepemimpinannya.
“Kalau Ketua Mangatas Silalahi mencalon lagi dan mendapatkan diskresi, saya tidak maju. Pasti mendukung Mangatas,” kata Dasa Sinaga saat dikonfirmasi mengenai isu kesiapannya maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Pematangsiantar, Sabtu (17/10/2026).
Dasa bahkan mengaku optimistis Mangatas akan mendapatkan diskresi. Karena itu, untuk saat ini, peluang dirinya maju masih bergantung pada keputusan dan sikap politik Mangatas menjelang Musda.
Meski demikian, Dasa tidak menutup pintu untuk mengambil bagian dalam perebutan kursi kepemimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut. Ia menyatakan siap maju apabila Mangatas memutuskan tidak kembali mencalonkan diri.
“Tetapi kalau Ketua Mangatas tidak mencalon lagi, saya siap maju untuk mencalonkan diri jadi Ketua DPD Partai Golkar Kota Pematangsiantar,” tegasnya.
Pernyataan itu menempatkan Dasa sebagai salah satu figur yang berpotensi masuk dalam bursa calon ketua apabila terjadi pergantian kepemimpinan di tubuh Golkar Pematangsiantar.
Pengalamannya sebagai anggota DPRD Sumatera Utara juga menjadi salah satu modal yang dapat diperhitungkan dalam membangun komunikasi politik dan konsolidasi kader. ( Herry Sinaga )
