Simalungun, Lencanagaruda.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Simalungun mengeluarkan delapan imbauan penting kepada seluruh satuan pendidikan menyusul pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan kabut asap berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik, guru, maupun tenaga kependidikan, terutama anak-anak dan warga sekolah yang memiliki gangguan pernapasan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Frits Ueki Prapanca Damanik, mengimbau seluruh satuan pendidikan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan kualitas udara dan mengambil langkah antisipasi untuk melindungi warga sekolah.
Ia meminta pihak sekolah membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk serta mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
“Keselamatan dan kesehatan warga sekolah harus menjadi prioritas. Kami mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk memantau perkembangan kualitas udara dan menyesuaikan kegiatan sekolah dengan kondisi di lapangan,” demikian imbauan terkait kondisi tersebut, Kamis (15/10/2026).
Adapun delapan imbauan Disdik Simalungun yang perlu diperhatikan seluruh satuan pendidikan adalah sebagai berikut.
1. Membatasi aktivitas di luar ruangan
Sekolah diminta mengurangi atau membatasi kegiatan belajar dan aktivitas lainnya di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk. Kegiatan seperti olahraga, upacara, dan aktivitas lapangan perlu disesuaikan dengan kondisi udara setempat.
2. Menggunakan masker yang sesuai
Warga sekolah dianjurkan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti N95 atau KN95, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan saat kabut asap meningkat.
3. Memantau informasi kualitas udara
Seluruh satuan pendidikan diimbau terus mengikuti informasi resmi BMKG mengenai perkembangan kualitas udara di wilayah masing-masing. Informasi tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menyesuaikan kegiatan sekolah.
4. Melindungi kelompok rentan
Pihak sekolah diminta memberikan perhatian khusus kepada anak-anak, peserta didik yang memiliki gangguan pernapasan, serta warga sekolah yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
5. Memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi makanan bergizi
Warga sekolah dianjurkan menjaga pola hidup sehat dengan mencukupi kebutuhan cairan dan mengonsumsi makanan bergizi untuk membantu menjaga kondisi tubuh.
6. Segera memeriksakan diri jika mengalami gangguan kesehatan
Apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, mata perih, atau gejala lain yang menetap maupun memburuk, warga sekolah diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.
7. Meningkatkan kewaspadaan saat berkendara
Keselamatan perjalanan menuju dan pulang dari sekolah juga menjadi perhatian. Warga sekolah diminta berhati-hati saat berkendara, terutama ketika kabut asap mengurangi jarak pandang.
8. Tidak melakukan pembakaran terbuka
Seluruh warga sekolah dan masyarakat diajak menghindari pembakaran terbuka serta bersama-sama menjaga lingkungan dari risiko kebakaran hutan dan lahan yang dapat memperburuk kualitas udara.
Disdik Simalungun juga menginstruksikan seluruh satuan pendidikan agar menyesuaikan kegiatan di luar ruangan berdasarkan kondisi kualitas udara dan arahan instansi berwenang.
Langkah antisipasi tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko gangguan kesehatan tanpa mengabaikan keselamatan dan kelangsungan proses pembelajaran.
Di tengah kondisi udara yang perlu diwaspadai, sekolah diharapkan tidak hanya memastikan kegiatan pendidikan berjalan dengan baik, tetapi juga mengutamakan perlindungan kesehatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.
Pemantauan kualitas udara, pembatasan aktivitas luar ruangan saat diperlukan, serta kepatuhan terhadap imbauan kesehatan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi dampak kabut asap di lingkungan pendidikan Kabupaten Simalungun. ( Herry Sinaga )
