Pematangsiantar, Lencanagaruda.com – Impian memiliki rumah sendiri bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Pematangsiantar mendapat angin segar. RAB Tambun City mulai membangun kawasan hunian di Jalan Tambun Timur, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, dengan menyiapkan 98 unit rumah subsidi dari total 116 unit yang direncanakan.
Dimulainya pembangunan perumahan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama .Tak hanya menjadi langkah awal pembangunan hunian, kegiatan ini juga diwarnai aksi kepedulian sosial melalui pemberian santunan kepada sejumlah anak yatim.
Dari total 116 unit yang direncanakan, sebanyak 98 unit diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan rumah subsidi, sementara 18 unit lainnya merupakan hunian komersial. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa rumah subsidi menjadi bagian terbesar dari pengembangan RAB Tambun City.
Pemilik RAB Tambun City yang juga Ketua Real Estat Indonesia (REI) Pematangsiantar, Gabriel K. Pandiangan, menegaskan bahwa pembangunan perumahan bukan sekadar menghadirkan bangunan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memiliki tempat tinggal yang layak bagi keluarganya.
“Rumah adalah fondasi utama keluarga untuk merancang masa depan dan menjadi tempat beristirahat yang aman setelah beraktivitas seharian,” ujar Gabriel saat dilokasi, Jumat (9/10/2026).
Menurut Gabriel, kepemilikan rumah masih menjadi harapan banyak keluarga. Karena itu, dukungan berbagai pihak, terutama perbankan, diperlukan agar masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat mengakses pembiayaan rumah dengan lebih mudah.
Dukungan terhadap pengembangan RAB Tambun City turut disampaikan Kepala Cabang Bank Sumut Konvensional Pematangsiantar, Subhan Pardosi. Ia menilai lokasi perumahan tersebut strategis dan menyatakan kesiapan pihaknya mendukung proses pemasaran serta pembiayaan bagi calon pembeli.
“Lokasi kawasan ini sangat strategis. Kami berkomitmen mengawal proses pemasarannya agar penyaluran akad kredit bisa berjalan cepat dan tepat sasaran,” kata Subhan.
Keterlibatan perbankan diharapkan menjadi salah satu faktor pendukung bagi calon konsumen dalam mewujudkan kepemilikan rumah. Meski demikian, proses pembiayaan tetap mengikuti persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
Respons positif juga datang dari perwakilan Kelurahan Tambun Nabolon, Darmansyah. Ia berharap pembangunan perumahan tersebut membawa manfaat lebih luas, tidak hanya bagi calon penghuni, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar kawasan.
“Kehadiran tempat tinggal yang layak memberikan dampak psikologis dan emosional yang jauh lebih besar dibanding sekadar bangunan fisik. Kami berharap kawasan ini membawa keberkahan dan dampak ekonomi positif bagi lingkungan sekitar,” tutur Darmansyah.
Pembangunan kawasan hunian berpotensi mendorong aktivitas ekonomi baru di lingkungan sekitar, termasuk tumbuhnya usaha masyarakat dan meningkatnya kebutuhan terhadap berbagai layanan penunjang.
Sementara itu, pemberian santunan kepada anak yatim dalam rangkaian peletakan batu pertama menjadi bentuk kepedulian sosial yang turut mewarnai dimulainya proyek tersebut. ( Herry Sinaga )
