Simalungun, Lencanagaruda.com – Pencurian buah kelapa sawit kembali mencoreng pengelolaan aset di PTPN IV Unit Kebun Bah Jambi. Kali ini, seorang karyawan berinisial YY yang bertugas sebagai tukang cek buah atau P2B di Afdeling V diduga terlibat dalam pencurian sekitar 3 ton buah kelapa sawit.
Kasus ini menjadi sorotan bukan hanya karena jumlah buah yang diduga hilang, tetapi juga lantaran pihak perusahaan menyebut tidak menemukan barang bukti buah sawit yang diduga dicuri.
Informasi dugaan pencurian tersebut disampaikan seorang karyawan yang meminta identitasnya dirahasiakan. Menurut sumber, peristiwa itu terjadi pada Jumat (2/10/2026) di wilayah Afdeling V Kebun Bah Jambi.
“Si YY itu melakukan pencurian buah pada hari Jumat (2/10/2026) di Afdeling V. Ada sekitar 3 ton buah yang dicurinya,” ujar sumber kepada wartawan.
Sebelumnya beredar informasi di kalangan karyawan bahwa YY hanya akan dimutasi ke Afdeling IX. Informasi tersebut bahkan menimbulkan pertanyaan karena dugaan pelanggaran yang disebut berkaitan dengan hilangnya aset perusahaan dalam jumlah besar.
“Maunya janganlah dimutasi. Kalau memang sudah jelas pencurian, harus dipecat karena sudah merugikan perusahaan,” kata sumber, Selasa (6/10/2026).
Namun, manajemen PTPN IV Unit Kebun Bah Jambi membantah bahwa YY telah dimutasi.
SDM Unit Kebun Bah Jambi PTPN IV, Vincent Nadeak, mengatakan YY masih menjalani pemeriksaan internal perusahaan.
“Gak ada dimutasi, saat ini masih di-BAP, dilakukan proses,” ujar Vincent saat dikonfirmasi.
Menurut Vincent, pemeriksaan dilakukan setelah muncul dugaan pencurian buah sawit tersebut.
Ia juga menyebut pemeriksaan awal yang dilakukan Korkam dan BKO menghasilkan pengakuan dari YY.
“Yang bersangkutan setelah diperiksa Korkam dan BKO mengakui adanya pencurian buah tersebut. Namun, kita tidak ada menemukan barang bukti buah sawit tersebut,” jelasnya.
Pernyataan mengenai tidak ditemukannya barang bukti inilah yang kemudian menjadi pertanyaan besar.
Jika benar terdapat dugaan pencurian sekitar 3 ton buah sawit dan pemeriksaan perusahaan telah dilakukan, ke mana buah tersebut dibawa? Apakah buah telah dijual, dipindahkan, atau diserahkan kepada pihak lain?
Pertanyaan tersebut penting dijawab agar kasus ini tidak berhenti hanya pada pemeriksaan terhadap karyawan yang diduga melakukan pencurian.
Sebab, apabila buah sawit benar-benar telah keluar dari areal perusahaan, maka penelusuran terhadap kemungkinan adanya pihak lain yang menerima atau menampung buah tersebut juga menjadi bagian penting dalam mengungkap perkara secara utuh.
Upaya wartawan untuk meminta penjelasan Kepala Keamanan (Korkam) PTPN IV Unit Kebun Bah Jambi, Zulham, hingga berita ini ditulis belum mendapatkan tanggapan.
Konfirmasi telah dilakukan melalui pesan WhatsApp maupun panggilan WhatsApp, namun belum ada jawaban terkait kronologi pemeriksaan, dugaan hilangnya 3 ton buah sawit, maupun alasan barang bukti tidak ditemukan, Kamis (8/10/2026).
Keterangan Korkam menjadi penting karena pemeriksaan awal terhadap YY disebut dilakukan bersama unsur keamanan dan BKO.
Sejumlah pertanyaan juga muncul dari internal perusahaan. Seorang karyawan yang kembali meminta namanya tidak dipublikasikan mempertanyakan bagaimana buah sawit yang disebut mencapai sekitar 3 ton bisa tidak ditemukan.
“Kenapa bisa tidak ada barang buktinya? Di mana buahnya? Seharusnya dilakukan pencarian terhadap penadah buah sawit itu. Kalau memang sudah jelas pencurian, jangan hanya berhenti pada orang yang mengambilnya,” ujarnya,
Sumber bahkan menduga perlu dilakukan pemeriksaan lebih jauh terhadap pihak-pihak yang kemungkinan mengetahui alur keluarnya buah sawit dari areal perusahaan.
Karena itu, diperlukan pemeriksaan menyeluruh dan transparan agar tidak muncul kesan bahwa persoalan tersebut sengaja ditutup-tutupi.
Jabatan Orang Tua YY Ikut Disorot
Sorotan lain muncul setelah diketahui bahwa YY disebut merupakan anak dari seorang karyawan PTPN IV Unit Kebun Bah Jambi yang kini menduduki jabatan strategis sebagai mandor besar di Afdeling IX.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan karyawan mengenai kemungkinan adanya pengaruh hubungan keluarga terhadap penanganan kasus.
“Apakah ini ada kaitannya dengan ayah si YY yang merupakan mandor besar di Afdeling IX, sehingga permasalahan ini seperti ditutupi? Ini perusahaan BUMN, jangan main-main,” ucap sumber.
Kini perhatian tertuju pada hasil pemeriksaan internal PTPN IV Unit Kebun Bah Jambi.
Jika benar terjadi pencurian sekitar 3 ton buah sawit, publik tentu berharap perusahaan tidak hanya memeriksa orang yang diduga mengambil buah, tetapi juga menelusuri ke mana buah tersebut pergi, siapa yang menerima, bagaimana buah bisa keluar dari areal kebun, serta apakah terdapat pihak lain yang terlibat.
Terlebih, buah sawit merupakan aset perusahaan yang secara langsung berkaitan dengan produksi dan pendapatan.Transparansi penanganan kasus menjadi penting agar dugaan pencurian aset tidak berhenti sebagai persoalan internal semata.
Apalagi, pernyataan perusahaan bahwa barang bukti buah sawit tidak ditemukan justru membuka pertanyaan baru: Jika sekitar 3 ton buah benar-benar dicuri, lalu ke mana perginya?
Manajemen PTPN IV Unit Kebun Bah Jambi diharapkan memberikan penjelasan terbuka mengenai perkembangan pemeriksaan dan hasil akhirnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Keamanan (Korkam) PTPN IV Unit Kebun Bah Jambi, Zulham, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi wartawan. ( Herry Sinaga )
