Simalungun, Lencanagaruda.com – Nagori Silou Huluan, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, menjadi perhatian dalam evaluasi Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PTP2WKSS) tingkat Provinsi Sumatera Utara, Rabu (7/10/2026).
Tim evaluasi provinsi datang untuk melihat langsung pelaksanaan program pemberdayaan perempuan dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat di nagori tersebut.
Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun, Ny. Hj. Darmawati Anton Achmad Saragih, menyambut kedatangan tim bersama Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Albert R. Saragih, Camat Raya Nurintan Rayani Saragih, jajaran OPD, pengurus TP PKK serta masyarakat setempat.
Darmawati menegaskan, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari hasil penilaian atau predikat juara.
“Bagi kami, menang atau tidak adalah sebuah bonus. Yang paling penting adalah proses pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya Nagori Silou Huluan,” ujar Darmawati.
Ia juga mengapresiasi pemerintah nagori dan masyarakat yang bergotong royong mempersiapkan program tersebut.
Menurutnya, perempuan memiliki posisi penting dalam mendorong ketahanan keluarga sekaligus kemajuan nagori.
“Ketika perempuan hebat, berdaya, dan mampu mengambil peran aktif dalam keluarga maupun masyarakat, maka keluarga akan semakin sejahtera, dan pada akhirnya nagori juga semakin maju,” katanya.
Darmawati turut mengapresiasi sejumlah OPD Pemkab Simalungun yang ikut memberikan pembinaan sesuai bidang masing-masing.
Mewakili Bupati Simalungun, Albert R. Saragih menyebut evaluasi PTP2WKSS bukan sekadar ajang penilaian, tetapi menjadi kesempatan untuk melihat hasil pembinaan yang telah dilakukan pemerintah bersama masyarakat.
“Evaluasi ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan dan perbaikan secara berkelanjutan. Kami sangat mengharapkan arahan, pembinaan dan rekomendasi dari Tim Provinsi untuk meningkatkan kualitas program ke depan,” ujar Albert.
Ia menambahkan, pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kerja sama antara masyarakat, dunia usaha, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Ketua Tim Evaluasi Provinsi Sumatera Utara, Budi Prayogi, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan melihat langsung perkembangan program sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah, TP PKK dan masyarakat.
“Kehadiran kami bukan semata-mata untuk menilai, melainkan melihat sejauh mana keberhasilan program yang telah dilaksanakan, memberikan masukan, serta mendorong inovasi dan perbaikan berkelanjutan,” kata Budi.
Evaluasi mencakup berbagai aspek pemberdayaan, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga lingkungan dan sarana prasarana.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan profil serta pelaksanaan PTP2WKSS oleh Pangulu Silou Huluan, Jan Pirellman Damanik, sebelum tim provinsi melakukan evaluasi langsung di lapangan.
Nagori Silou Huluan sendiri menjadi wakil Kabupaten Simalungun dalam penilaian PTP2WKSS tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2026. ( Herry Sinaga )
