Pematangsiantar, Lencanagaruda.com – Mengantisipasi berbagai kemungkinan kondisi darurat di lingkungan kerja, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pematangsiantar menggelar pelatihan sekaligus simulasi tanggap darurat, Kamis(17/9/2026).
Kegiatan yang melibatkan sekitar 70 peserta tersebut diikuti pegawai dan Tenaga Alih Daya (TAD) dari sejumlah fungsi. Mulai dari petugas pelayanan teknik (Yantek), security, cleaning service hingga petugas gudang turut ambil bagian dalam simulasi.
Pelatihan tidak hanya membahas langkah menghadapi bencana alam, tetapi juga kondisi yang dapat mengancam keselamatan pekerja serta mengganggu aktivitas operasional PLN.
Sejumlah skenario darurat menjadi materi latihan, di antaranya gempa bumi, angin puting beliung, banjir dan kebakaran.
Materi mengenai penanganan berbagai bencana tersebut disampaikan Safindo Raya. Untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta, latihan kemudian dilanjutkan dengan simulasi penanganan kebakaran yang melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pematangsiantar.
Peserta juga mendapatkan pembekalan menghadapi situasi keamanan, khususnya ancaman huru-hara dan teror. Pelatihan tersebut diberikan oleh personel Brimob Polri Pematangsiantar.
Dalam simulasi, peserta diarahkan memahami sejumlah prosedur penting ketika kondisi darurat terjadi. Di antaranya proses evakuasi dan penyelamatan, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), penanganan awal kebakaran serta pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
Tak hanya itu, aspek komunikasi dan koordinasi antarpersonel juga menjadi perhatian. Peserta dibekali pemahaman mengenai pengamanan area, pengendalian situasi hingga evaluasi setelah keadaan darurat ditangani.
Asman Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Pematangsiantar, Reagen CH Saragih, yang hadir mewakili Manager PLN UP3 Pematangsiantar, mengatakan latihan secara berkala diperlukan agar setiap personel tidak hanya memahami prosedur, tetapi juga mampu menerapkannya ketika menghadapi situasi sebenarnya.
“Yang penting bukan hanya mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi bagaimana kita bisa bertindak cepat, tepat dan terkoordinasi ketika keadaan darurat terjadi. Kami berharap melalui kegiatan ini seluruh peserta memahami perannya masing-masing sehingga keselamatan diri dan lingkungan kerja dapat terjaga,” ujar Reagen.
Menurutnya, keterlibatan pegawai maupun TAD dalam pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan di lingkungan PLN.
Sebab, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat tidak hanya menjadi tanggung jawab satu bagian tertentu, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh personel yang berada di lingkungan kerja.
Selain meningkatkan kemampuan individu, simulasi tersebut juga digunakan untuk melihat sejauh mana prosedur tanggap darurat dapat dijalankan, sekaligus menguji koordinasi antarpihak ketika menghadapi skenario yang berbeda.
PLN UP3 Pematangsiantar menyatakan akan terus memperkuat budaya keselamatan serta meningkatkan kesiapsiagaan para pekerjanya. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman sekaligus menjaga keandalan operasional pelayanan kelistrikan ketika menghadapi kondisi darurat. ( Herry Sinaga )
