Simalungun, Lencanagaruda.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Simalungun mulai didorong agar tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga menggerakkan ekonomi pedagang pasar dan pelaku usaha lokal.
Hal itu mengemuka saat jajaran Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Simalungun bertemu Wakil Bupati Simalungun Benny Gusman Sinaga yang juga Ketua Satgas MBG Simalungun, di Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Kamis (3/09/2026).
Ketua APPSI Simalungun, Sepri Ijon Saragih, mengatakan pihaknya siap membantu Satgas MBG memetakan potensi pasar dan komoditas lokal yang dapat dipasok untuk kebutuhan dapur MBG.
Menurutnya, APPSI menerima keluhan sejumlah pedagang yang mempertanyakan mengapa program MBG belum banyak menyerap dagangan mereka.
“Ada beberapa curhatan pedagang, dagangannya tidak laku padahal ada program MBG,” ujar Sepri.
APPSI menilai kondisi tersebut perlu dicarikan solusi melalui koordinasi antara pengelola pasar, pedagang, pemerintah daerah dan Satgas MBG.
Mereka bahkan berencana menyiapkan gudang di sejumlah pasar untuk menunjang penyimpanan serta distribusi bahan pangan.
Saat ini, dari 56 pasar yang tercatat di Simalungun, 24 di antaranya masih aktif. APPSI telah membentuk 17 komisariat pasar sebagai bagian dari penguatan jaringan organisasi di tingkat pasar.
Sekretaris APPSI Simalungun, Marjo Situmorang, menambahkan pihaknya mendukung penuh program pemerintah tersebut. Namun, persoalan harga komoditas masih menjadi salah satu keluhan pedagang.
“Program Presiden Prabowo kita dukung. Banyak yang disampaikan pedagang, terutama terkait harga. Gotong royong sudah kita lakukan,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Benny Gusman Sinaga menegaskan penguatan rantai pasok menjadi kunci agar kebutuhan dapur MBG dapat dipenuhi secara terukur sekaligus membuka peluang bagi pedagang lokal.
Ia meminta potensi setiap pasar didata, mulai dari jenis komoditas, jumlah kebutuhan hingga kemampuan memasok bahan pangan.
“Harus terdata. Kalau perlu saya butuh orang di tiap pasar,” tegas Benny.
Benny juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Simalungun dilibatkan dalam pembahasan lanjutan.
Menurutnya, sinergi lintas sektor diperlukan agar masukan APPSI tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti.
APPSI Simalungun selanjutnya berencana melakukan koordinasi dengan Bulog untuk membahas dukungan terhadap ketersediaan dan distribusi bahan pangan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuat MBG menjadi program yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan pasar bagi hasil pertanian, bahan pangan, serta produk pedagang lokal Simalungun. ( Herry Sinaga )
